Ikuti Minyak, Harga Batu Bara Ditutup Melemah

Harga batu bara tergelincir lebih dari satu persen pada akhir perdagangan kemarin, Selasa (26/9/2017), sejalan dengan pelemahan harga minyak.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 September 2017  |  08:37 WIB
Ikuti Minyak, Harga Batu Bara Ditutup Melemah
Tambang batu bara. - Bloomberg/Luke Sharrett

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara tergelincir lebih dari satu persen pada akhir perdagangan kemarin, Selasa (26/9/2017), sejalan dengan pelemahan harga minyak.

Pada perdagangan Selasa, harga batu bara untuk kontrak Januari 2018, kontrak teraktif di bursa komoditas Rotterdam, ditutup merosot 1,40% atau 1,25 poin di US$88/metrik ton.

Adapun pada perdagangan Senin (25/9), harga batu bara kontrak Januari 2018 berakhir menguat 1,54% atau 1,35 poin di US$89,25/metrik ton.

Penguatan harga batu bara sebelumnya didorong posisi Kanselir Jerman Angela yang lebih lemah pasca pemilihan umum sehingga menyebabkan rencana penghapusan pabrik batu bara berusia tua menjadi terlihat meragukan.

Sejalan dengan batu hitam, harga minyak mentah berakhir di zona merah pada perdagangan Selasa, meski kemudian mampu mengikis pelemahannya menyusul laporan industri yang menunjukkan penurunan tak terduga dalam persediaan minyak mentah.

Harga minyak ditutup turun 0,65% atau 0,34 poin di US$51,88 di New York Mercantile Exchange. Adapun minyak Brent untuk pengiriman November melemah 0,58 poin atau 0,1% ke level US$58,44 per barel di bursa ICE Futures Europe yang berbasis di London.

Baik harga WTI maupun Brent pagi ini (27/9) terpantau sedikit berubah dalam perdagangan setelah penutupan, menyusul laporan American Petroleum Institute yang menunjukkan bahwa stok minyak mentah AS turun sebesar 761.000 barel pekan lalu.

Ini akan menjadi penurunan pertama sejak Agustus jika dikonfirmasi oleh data data Badan Administrasi Energi (EIA) yang rencananya akan dirilis pada hari Rabu.

“Ini sedikit mengejutkan, tapi kita akan melihat apa yang EIA katakan besok (hari ini waktu setempat). Mengingat dampak badai Harvey yang masih ada, tidak mengejutkan jika ada perbedaan data sebesar empat atau lima juta barel antara API dan EIA," kata Kyle Cooper, direktur penelitian IAF Advisors, seperti dikutip dari Bloomberg (Rabu, 27/9/2017).

“Namun, tentu jika EIA mengonfirmasikan hal ini, maka akan ada sedikit dukungan di pasar," lanjutnya.

 

Pergerakan harga batu bara kontrak Januari 2018 di bursa Rotterdam

Tanggal

US$/MT

26 September

88,00

(-1,40%)

25 September

89,25

(+1,54%)

22 September

87,90

(0%)

21 September

87,90

(-2,39%)

20 September

90,05

(+0,28%)

 

 

  

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga batu bara

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top