Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rusia Tolak Pemangkasan Produksi OPEC Lebih Besar

Rusia bertekad untuk tetap berpegang pada kesepakatan OPEC yang berlaku saat ini serta menentang kemungkinan usulan pemangkasan produksi yang lebih dalam.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 05 Juli 2017  |  13:22 WIB
OPEC - WEB
OPEC - WEB

Bisnis.com, JAKARTA – Rusia bertekad untuk tetap berpegang pada kesepakatan OPEC yang berlaku saat ini serta menentang kemungkinan usulan pemangkasan produksi yang lebih dalam.

Sejumlah pejabat pemerintah Rusia dikabarkan menyatakan tekad untuk menentang usulan apapun terkait pengurangan produksi yang lebih besar dalam pertemuan tingkat menteri yang akan berlangsung menjelang akhir bulan ini.

Organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi (OPEC), beserta sejumlah negara penghasil non-OPEC seperti Rusia, telah sepakat untuk mengurangi produksi sekitar 1,8 juta barel per hari (bph) selama paruh pertama tahun ini demi menahan kelebihan suplai bahan bakar global sekaligus mendorong harga naik.

Kemudian pada 25 Mei, OPEC dan sejumlah produsen lainnya termasuk Rusia sepakat untuk memperpanjang upaya pemangkasan produksi hingga akhir Maret 2018.

Meski demikian, pengurangan suplai lebih lanjut segera setelah perpanjangan kesepakatan itu, dinilai akan memberi pesan yang salah ke pasar minyak.

“Langkah tersebut akan menunjukkan bahwa OPEC, Rusia dan sekutunya merasa resah karena kesepakatan mereka untuk mengurangi produksi sebesar 1,8 juta bph hingga Maret 2018 tidak cukup untuk menopang harga,” kata salah seorang pejabat, seperti dikutip dari Bloomberg (Rabu, 5/7/2017).

Sebagian dari pemerintah Rusia disebut menentang upaya pemotongan produksi yang lebih dalam maupun perpanjangan kesepakatan lebih lanjut.

Rusia berencana untuk menggelar pertemuan sejumlah menteri dari OPEC beserta beberapa negara non-OPEC di St. Petersburg pada tanggal 24 Juli untuk membahas progres upaya mengeliminasi kelebihan pasokan global.

Sementara itu, terdapat keraguan mengenai apakah tujuan upaya pemangkasan tersebut akan berhasil tercapai di tengah kembali naiknya produksi minyak shale di AS.

“Meskipun minyak mentah Brent telah pulih dari level terendahnya dalam tujuh bulan yang dialami pada Juni, upaya pembatasan pasokan perlu diintensifkan,” papar sejumlah analis, di antaranya Goldman Sachs Group Inc.  

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

opec rusia minyak mentah
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top