Ini Penyebab Harga Karet 29 Juni Melejit Lebih dari 3%

Harga karet global meningkat 3% seiring dengan optimisme naiknya permintaan China dan rencana intervensi yang dilakukan oleh Thailand.
Hafiyyan | 29 Juni 2017 12:49 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—Harga karet global meningkat 3% seiring dengan optimisme naiknya permintaan China dan rencana intervensi yang dilakukan oleh Thailand.

Pada perdagangan Kamis (29/6/2017) pukul 12.33 WIB, harga karet untuk pengiriman November 2017 di Tokyo Commodity Exchange (Tocom) menguat 3,06% atau 6,10 poin ke level 205,30 yen per kilogram. Harga meningkat dalam 4 sesi secara beruntun. Namun, harga masih terkoreksi 25,73% sepanjang 2017.

Analis JSC Takaki Shigemoto menyampaikan harga karet menguat didukung oleh proyeksi meningkatnya permintaan China. Pada Mei 2017, impor karet alam Negeri Panda naik 17,6% year on year (yoy) dan 23,5% dalam lima bulan pertama 2017 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Proyeksi kenaikan permintaan China menopang harga karet, di samping intervensi Thailand,” tuturnya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (29/6/2017).

Harga karet mengalami penguatan seiring dengan rencana Rubber Authority of Thailand dan 5 perusahaan eksportir dari Negeri Gajah Putih menyiapkan dana stabilisasi harga. Pernyataan resmi tersebut disampaikan pada Rabu (28/6/2017).

Setiap entitas nantinya menyumbang 200 juta baht (US$5,89 juta) untuk menaikkan harga jual di tingkat global. Dana digunakan untuk pasar fisik dan berjangka. Di pasar berjangka, kini pembelian bisa naik hingga 200.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
harga karet

Sumber : Bloomberg
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top