Gajah Tunggal (GJTL) Prioritaskan Pinjaman Sindikasi

PT Gajah Tunggal Tbk. memprioritaskan opsi pinjaman sindikasi untuk melakukan pembiayaan kembali senior notes senilai US$500 juta.
Kahfi | 20 Juni 2017 18:30 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - PT Gajah Tunggal Tbk. memprioritaskan opsi pinjaman sindikasi untuk melakukan pembiayaan kembali senior notes senilai US$500 juta.

Selain itu, emiten berkode saham GJTL itu menyiapkan opsi alternatif, yakni pinjaman bilateral bank dan penerbitan obligasi. Untuk opsi terakhir, GJTL telah mengantongi restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada Selasa (20/6/2017).

Direktur GJTL Catharina Widjaja mengungkapkan terkait rencana penerbitan obligasi ini merupakan antisipasi perseroan jika pinjaman sindikasi dan bilateral tak mencukupi.  

“Itu opsi jika pinjaman sindikasi bank dan bilateral tidak mencukupi, agar disetujui lebih dulu pemegang saham  jika ke depan perseroan terpaksa  mengeksekusi penerbitan obligasi,” katanya.

Dari semua opsi tersebut, Catharina mengungkapkan perseroan akan berupaya maksimal untuk mendapatkan besaran bunga yang lebih rendah dibandingkan pinjaman sebelumnya. “Kalau untuk sindikasi, kami harapkan peluang tersebut terbuka lebar, apalagi kondisi Indonesia juga cukup meyakinkan untuk investasi,” tambahnya.

Saat ini proses realisasi pinjaman sindikasi telah memasuki tahap pembicaraan terhadap calon kreditur. “Berasal dari pihak perbankan lokal yang multinasional dan bank luar,” katanya.

Catharina menargetkan pengumuman kesepakatan pinjaman sindikasi pada kuartal ketiga tahun ini. Dia mengatakan perseroan enggan mengambil risiko jika kesepakatan pinjaman sindikasi mendekati tenggat pelunasan senior notes.

“Dari pembicaraan yang ada, semoga bisa mencukupi hanya dari sindikasi saja, jika tidak kami coba bilateral dengan bank tertentu, opsi obligasi jadi pilihan terakhir,” ungkapnya.

Dalam RUPS, GJTL berencana menerbitkan surat utang dengan nilai maksimal mencapai US$500 juta. Emiten yang bergerak di bidang industri dan perdagangan ban otomotif itu mengumumkan rencana penerbitan obligasi sebagai opsi pelunasan senior notes.

 Adapun senior notes yang diterbitkan pada 2013 memiliki jatuh tempo pada Februari 2018, senilai US$ 500 juta, dengan bunga 7,75%. Bagi GJTL, rencana transaksi tersebut untuk memperoleh pendanaan, dari pihak yang tidak terafiliasi dengan perusahaan, yaitu para investor global, serta memperluas dan mendiversifikasi basis kreditur.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gajah tunggal

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top