Pengetatan Likuiditas Mereda, Bursa Saham China Rebound

Pergerakan sejumlah indeks saham acuan China berhasil membukukan rebound pada akhir perdagangan hari ini (Senin, 19/6/2017), di tengah tanda-tanda berkurangnya pengetatan likuiditas serta jumlah listing baru yang diperkirakan akan masuk ke dalam pasar.
Renat Sofie Andriani | 19 Juni 2017 15:42 WIB
Bursa China SHCI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan sejumlah indeks saham acuan China berhasil membukukan rebound pada akhir perdagangan hari ini, Senin (19/6/2017), di tengah tanda-tanda berkurangnya pengetatan likuiditas serta jumlah listing baru yang diperkirakan akan masuk ke pasar.

Indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,68% ke level 3.144,37, setelah dibuka turun tipis 0,03% di posisi 3.122,16. 

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir menguat hampir 1% atau 34,90 poin ke 3.553,67, setelah dibuka dengan kenaikan hanya 0,04% di posisi 3.520,06.

Penguatan indeks CSI 300 pada perdagangan hari ini sekaligus mengakhiri pelemahan yang dialami tiga hari perdagangan berturut-turut sebelumnya. Mayoritas sektor menguat, dipimpin oleh saham finansial dan konsumen.

Dilansir Reuters, para pedagang melihat kondisi likuiditas yang membaik setelah bank sentral China terus memberikan dana melalui operasi pasar terbuka, dengan menyuntikkan dana bersih senilai 410 miliar yuan ke pasar uang pekan lalu lalu. Nilai tersebut merupakan nilai suntikan dana mingguan terbesar sejak pertengahan Januari.

Pihak otoritas tampaknya telah menghentikan kampanye mereka dalam beberapa pekan terakhir, kemungkinan karena kekhawatiran akan likuiditas. Ada pula indikasi bahwa mereka menilai langkah-langkah kebijakan sebelumnya untuk melihat apakah mereka mulai memperlambat ekonomi riil, seperti yang diperkirakan oleh banyak analis.

“Kondisi likuiditas telah mereda karena pemerintah baru-baru ini mengurangi fokusnya terhadap pengetatan peraturan keuangan,” tulis UBS Securities dalam sebuah laporan.

Ekspektasi jumlah listing baru yang lebih sedikit juga mendukung bursa saham China pada hari ini, khususnya saham-saham kecil yang valuasinya telah tertekan oleh kekhawatiran pasokan ekuitas yang lebih banyak.

Pihak regulator sekuritas menyetujui enam penawaran umum perdana (IPO) pada hari Jumat. Laju jumlah IPO telah menurun untuk pekan keempat berturut-turut dari rata-rata sekitar 10 IPO dalam beberapa bulan terakhir.

Investor China saat ini juga menantikan keputusan dari MSCI. Indeks MSCI pada tanggal 20 Juni memutuskan apakah akan menyertakan saham lapis A dalam indeks Emerging Market.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa china

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top