Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ulasan Saham Gajah Tunggal (GJTL) & Fundamental Perusahaannya

Berikut ini ulasan tentang kinerja PT Gajah Tunggal Tbk. dari sisi fundamental bisnisnya maupun kinerja sahamnya yang dikutip dari riset Maybank (ZP).
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 08 Juni 2017  |  11:08 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini ulasan tentang kinerja PT Gajah Tunggal Tbk. dari sisi fundamental bisnisnya maupun kinerja sahamnya yang dikutip dari riset Maybank (ZP).

Maybank (ZP): Kami melakukan kunjungan (company visit) ke Gajah Tunggal (GJTL) kemarin, adapun beberapa point yang kami dapatkan yaitu:

Naiknya biaya bahan baku, khususnya karet,membuat margin laba GJTL kembali ke normal margin. Di 1Q17, Margin laba kotor mencapai 20% vs. 24% di tahun lalu. Manajemen GJTL mengatakan margin kotor di tahun 2016 adalah the best margin, didukung oleh menguatnya mata uang Rupiah, dan juga rendahnya harga karet.

Meski penjualan GJTL di 1Q17 tumbuh 10% YoY, namun margin kotor yang turun, membuat laba operasi turun -9% YoY menjadi IDR370miliar. Sebagai catatan, pertumbuhan penjualan di 1Q17, lebih banyak didukung oleh kenaikan volume, dan hanya sedikit kenaikan harga jual.

• Manajemen mengatakan membaiknya ekonomi dalam negeri, mendukung kenaikan volume penjualan ban di dalam negeri, khususnya pasar ban Replacement.

Terkait hutang obliigasi senilai USD500m yang akan jatuh tempo di bulan Feb 2018 (suku bunga 7.75% p.a). Manajemen tengah menyiapkan skema refinancing, yaitu dengan melakukan pinjaman sindikasi dari beberapa perbankan. Pinjaman tersebut nantinya tetap dalam denominasi USD. Manajemen belum memberikan detail mengenai suku bunga pinjaman tersebut.

Terkait ekspansi, perusahaan tengah melakukan ekspansi ban TBR (ban radial untuk Bus dan Truck), dengan target kapasitas 3,500 ban/hari dari 2,200/hari di tahun lalu. Manajemen menargettkan belanja modal senilai USD100juta, untuk ekspansi tersebut.

Terkait pembagian dividen, manajemen akan melakukan RUPS tanggal 20 Juni. Meski perusahaan membukukan laba bersih di tahun lalu yang mencapai IDR626,6miliar, namun manajemen memperkirakan Deviden pay out tidak akan signifikan, karena manajemen masih fokus kepada cash flow, ditengah terhadap ekspansi, demikian juga leverage yang tinggi.

Secara keseluruhan, manejemen menagetkan penjualan tumbuh 10% YoY di tahun ini, sementara EBITDA mencapai USD172-180juta vs. USD150juta di tahun lalu.

Valuasi. Asumsi tidak ada laba/rugi selisih kurs, beban operasi per quarterly relative sama, dan dengan pertumbuhan penjualan 10% dan gross margin di 20% di FY17, rasio pajak 20% maka potensi laba bersih tahun ini di level IDR777b (EPS: IDR223), maka P/E GJTL saat ini mencapai 4.4x.

Sekilas tentang perusahaan

PT Gajah Tunggal Tbk. adalah salah satu perusahaan pembuat ban di Indonesia. Perusahaan ini didirikan pada 1951 dengan memproduksi dan mendistribusikan ban luar dan ban dalam sepeda. (Wikipedia)

  • Jenis: Publik (IDX: GJTL)
  • Pendiri: Sjamsul Nursalim
  • Didirikan: 1951
  • Anak Perusahaan: PT Bintang Tunggal Gemilang, lainnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah tunggal
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top