DOLAR AS: Trump Abaikan Penarikan AS dari NAFTA, Indeks Turun Tipis

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melandai 0,09% atau 0,090 poin ke 98,955 pada pukul 13.30 WIB.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2017  |  14:58 WIB
DOLAR AS: Trump Abaikan Penarikan AS dari NAFTA, Indeks Turun Tipis
Dollar AS. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Laju dolar AS turun tipis pada perdagangan siang ini (Kamis, 27/4/2017), menyusul kabar bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengesampingkan penarikan AS dari NAFTA.

Indeks dolar AS yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama melandai 0,09% atau 0,090 poin ke 98,955 pada pukul 13.30 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka turun tipis 0,09% atau 0,087 poin di level 98,958, setelah pada sesi perdagangan sebelumnya ditutup menguat 0,26% di posisi 99,045.

Dilansir Bloomberg, pihak Gedung Putih menyatakan tidak akan menghentikan partisipasi AS dalam Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement/NAFTA) untuk saat ini.

Pernyataan Gedung Putih itu meredakan kecemasan di tengah spekulasi bahwa pemerintahan tersebut hampir membatalkan Nafta. Sejumlah penasihat utama Trump terlibat dalam perdebatan mengenai bagaimana secara agresif melanjutkan pembentukan kembali partisipasi AS di Nafta.

Kubu garis keras mendukung penarikan yang segera pekan ini, sementara pihak lainnya menganjurkan pendekatan yang lebih seksama untuk membuka kembali perundingan dengan Kanada dan Meksiko.

Pergerakan dolar AS sebelumnya telah terkikis setelah pengumuman rencana pajak oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak memberi kejutan baru bagi pasar sehingga berakibat memperlambat reli greenback yang dibukukan sebelumnya.

Trump berencana memotong tarif pajak penghasilan yang dibayarkan oleh perusahaan publik menjadi 15% dari 35% serta mengurangi tarif pajak pada perusahaan termasuk kemitraan kecil dan kepemilikan tunggal, menjadi 15% dari 39,6%.

“Rencana pajak Trump tidak melampaui apa yang telah dilaporkan media sepanjang pekan. Meski rencana tersebut tampak ambisius, landasannya masih goyah dari sudut pandang pendapatan. Para pelaku pasar menjadi hati-hati sehingga menekan laju dolar dalam kondisi seperti itu,” ujar Junichi Ishikawa, senior forex strategist IG Securities di Tokyo, seperti dikutip dari Reuters.

Faktor lain yang juga dapat berdampak pada gerak mata uang pekan ini adalah keputusan rapat kebijakan moneter bank sentral Eropa. Terdapat ekspektasi akan perubahan kebijakan European Central Bank (ECB) dalam beberapa bulan ke depan.

ECB dijadwalkan akan mengumumkan keputusannya pada hari ini waktu setempat, dengan fokus apakah hasil putaran pertama pemilihan presiden Prancis baru-baru ini berdampak pada sikap ECB.

Sementara itu, nilai tukar euro terpantau turun 0,02% ke US$1,0902 pada pukul 13.41 WIB, setelah dibuka stagnan di posisi 1,0904.

Posisi indeks dolar AS                                       

27/4/2017

(Pk. 13.30 WIB)

98,955

(-0,09%)

26/4/2017

99,045

(+0,26%)

25/4/2017

98,785

(-0,31%)

24/4/2017

99,092

(-0,89%)

21/4/2017

99,977

(+0,20%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg

 

 

 

 

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dolar as, nafta, Donald Trump

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup