LAJU SAHAM 26 APRIL: Berikut Bahasan Aksi Enam Emiten

Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Rabu (26/4/2017)
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 26 April 2017  |  08:09 WIB
LAJU SAHAM 26 APRIL: Berikut Bahasan Aksi Enam Emiten
Mengamati pergerakan harga saham. - .Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA- Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Rabu (26/4/2017).

Octavianus Marbun, Analis PT Waterfront Securities Indonesia mengatakan saham tersebut adalah:

  • Per Maret, Laba Bersih BBYB Tumbuh 137%

PT Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) meraih laba bersih sebesar Rp28,48 miliar hingga periode Maret 2017 meningkat 137% dibandingkan laba bersih Rp12,02 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan bunga bersih diraih Rp68,11 miliar naik 46,9% dari pendapatan bunga bersih Rp46,35 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Beban operasional selain bunga bersih tercatat turun menjadi Rp30,09 miliar dari Rp30,25 miliar dan laba operasional naik menjadi Rp38,02 miliar dari Rp16,10 miliar. Total aset per 31 Maret 2017 mencapai Rp4,53 triliun naik dari total aset per 31 Desember 2015 yang sebesar Rp4,13 triliun.

  • SMMA Berencana Buyback 10% Saham

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) berencana melakukan buyback saham atau pembelian kembali saham yang telah dikeluarkan sebanyak-banyaknya 10% dari total saham perseroan atau maksimal 636.766.471 saham. Sehubungan dengan rencana tersebut, perseroan berencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan digelar pada 2 Juni mendatang. Perseroan akan menganggarkan sebanyak Rp5,2 miliar dana untuk rencana buyback saham ini, rencananya saham yang akan dibeli kembali ini untuk dikuasai sebagai saham treasuri.

  • BCAP akan Tambah Modal Tanpa HMETD

PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) akan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebanyak-banyaknya 406.627.281 saham dengan nominal Rp100 atau sebanyak-banyaknya 7,43% dari seluruh saham dalam perseroan. Penambahan modal tanpa HMETD ini memerlukan persetujuan terlebih dahulu dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang akan digelar pada 30 Mei 2017 mendatang. Tujuan dari penambahan modal tanpa HMETD ini dengan mempertimbangkan perseroan akan mendapatkan modal tambahan dan struktur permodalan akan meningkat serta jumlah saham beredar akan bertambah sehingga meningkatkan likuiditas perdagangan saham.

  • PTBA Targetkan Volume Penjualan Tumbuh 31%

PT Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) menargetkan penjualan tahun 2017 sebesar 27,29 juta ton atau 31% lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2016 yang sebanyak 20,75 juta ton. Dari jumlah tersebut komposisinya 15,93 juta ton untuk memenuhi permintaan domestik atau 58% total penjualan dan 11,36 juta ton atau 42% untuk ekspor. Untuk mendukung peningkatan penjualan dan peningkatan produksi tahun ini, PT Kereta Api Indonesia menyatakan komitmen mengangkut batubara perseroan dari lokasi tambang sebesar 21,70 juta ton atau naik 22,5% dari relisasi tahun lalu, masing-masing 18 juta ton menuju Pelabuhan Tarahan di Bandar Lampung dan 3,7 juta ton menuju Dermaga Kertapati di Palembang.

  • Per Maret SRSN Mencatat Rugi Bersih Rp434 Juta

PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) meraih penjualan sebesar Rp132,00 miliar hingga periode Maret 2017 turun 5,8% dibandingkan penjualan Rp140,14 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp107,57 miliar dari beban Rp115,03 miliar dan laba kotor turun menjadi Rp24,43 miliar dari Rp25,11 miliar tahun sebelumnya. Laba usaha tercatat sebesar Rp6,45 miliar turun dari Rp8,50 miliar tahun sebelumnya. Rugi sebelum pajak diderita Rp172,30 juta dari laba sebelum pajak Rp2,86 miliar di periode tahun sebelumnya. Rugi bersih diderita Rp434,01 juta usai meraih laba bersih Rp2,14 miliar hingga Maret 2016.

  • Per Maret PSKT Mengalami Rugi Bersih Rp7,69 Miliar

PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT) meraih pendapatan sebesar Rp15,22 miliar hingga periode triwulan pertama tahun ini turun 7,9% dibandingkan pendapatan Rp16,53 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Rugi periode berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp7,69 miliar turun dari rugi Rp15,52 miliar hingga Maret 2016

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top