Ulasan Mirae Asset Sekuritas Terhadap Saham ITMG

Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saat ini waktu yang tepat untuk mulai mengambil posisi di saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) setelah pekan lalu, harga sahamnya turun menjadi Rp18.800 (-4,6%) dalam satu hari.
Fajar Sidik | 25 April 2017 10:02 WIB
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - PT Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan saat ini waktu yang tepat untuk mulai mengambil posisi di saham Indo Tambangraya Megah (ITMG) setelah pekan lalu, harga sahamnya turun menjadi Rp18.800 (-4,6%) dalam satu hari.

Dalam risetnya hari ini, Selasa (25/4) Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan inilah saat yang tepat bagi investor untuk mengambil posisi di ITMG karena pendapatan 1Q17F akan lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya. Penghasilan 1Q17F yang lebih tinggi ini didukung oleh beberapa penjualan batu bara yang dikirim pada kuartal pertama tahun ini masih menggunakan harga batu bara global September--November 2016.

"Kami tetap mempertahankan target harga 12 bulan untuk ITMG di level Rp22.100 (+17,6% potensi kenaikan) dan merekomendasikan Trading Buy. Secara relatif, ITMG diperdagangkan lebih murah dibandingkan dengan ADRO dan PTBA, sementara ITMG menawarkan RoE yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain."

Menurut laporan volume penjualan batu bara ITMG tahun 2017F tahun penuh sebesar 27,0 juta ton sehingga diperkirakan volume penjualan batu bara 1Q17F ITMG mencapai 7,0 juta ton (+4,8% QoQ).

Perusahaan saat ini berencana untuk menaikan sumber daya batu baranya menjadi cadangan melalui studi kelayakan pada konsesi tambang batu bara anak perusahaannya dan hal tersebut sesuai dengan perkiraan Mirae.

Menurut pembahasan manajemen, beberapa volume penjualan batu bara yang dikirimkan pada kuartal pertama tahun ini menggunakan harga batu bara global September-November 2016. "Dengan demikian, kami percaya bahwa pendapatan ITMG 1Q17F akan lebih tinggi dibandingkan pendapatan 4Q16 di USD409,0 juta."

"Kami mempertahankan target harga 12 bulan ke depan untuk ITMG di 22.100, sementara kami menurunkan peringkat investasi kami ke Trading Buy dari Buy karena menawarkan potensi kenaikan 17,6%."

Tag : rekomendasi saham
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top