LAJU SAHAM 20 APRIL: Berikut Bahasan Aksi Enam Emiten

Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Kamis (20/4/2017)
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 20 April 2017  |  08:33 WIB
LAJU SAHAM 20 APRIL: Berikut Bahasan Aksi Enam Emiten
Mengamati pergerakan harga saham. - .Bisnis/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA- Waterfront Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah saham menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Kamis (20/4/2017).

Octavianus Marbun, Analis PT Waterfront Securities Indonesia mengatakan saham tersebut adalah:

  • Dua Anak Usaha VIVA Dapat Pinjaman US$500 Juta

PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) akan mendapatkan pinjaman dari dua anak usahanya yakni PT Cakrawala Andalan Televisi (CAT) dan PT Lativi Mediakarya (LM). Pinjaman dari CAT sebesar US$350 juta dan dari LM sebesar US$150 juta. Jumlah penarikan awal sejumlah Senior Facility ini diperkirakan sebesar US$166,2 juta dan US$49,8 juta. Pelunasan pinjaman dari dua entitas anak ini nantinya akan berasal dari dividen yang diterima perseroan. Adapun besaran bunga pinjaman sebesar 1%. Penandatanganan perjanjian ini dilakukan pada 12 April 2017.

  • Anak Usaha IDPR Dapat Pinjaman Rp250 Miliar

Anak usaha PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) yakni PT Rekagunatek Persada yang bergerak di bidang pembuatan precast dan prestressed di Tangerang telah menandatangani pinjaman pada 17 April 2017. Nilai pinjaman sebesar Rp250 miliar tersebut diberikan oleh PT Bank OCBC NISP Tbk. Pinjaman ini akan dipergunakan untuk pembiayaan Pabrik Kutruk. Terkait dilakukan penandatanganan fasilitas tersebut, tidak ada hal-hal material yang memberikan dampak bagi kegiatan operasional perusahaan. PT Indopora adalah pemegang 99,84% saham PT Rekagunatek Persada.

  • INTP Bentuk Anak Usaha Baru

PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) membentuk entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung pada 17 April 2017 yakni PT Tigaroda Sejahtera Rumah (TSR). Perusahaan baru itu dibentuk oleh PT Indomix Perkasa dan PT Sari Bhakti Sejati yang merupakan anak usaha INTP. Adapun modal untuk pembentukan TSR sebesar Rp6,25 miliar dimana tujuan dari pembentukan TSR adalah membentuk perusahaan yang akan bergerak dalam perdagangan barang dan jasa pada umumnya. Sumber dana dari pembentukan TSR berada dari Indomix Perkasa dan Sari Bhakti Sejati.

  • Per Kuartal I 2017 Laba Bersih BFIN Tumbuh 59%

Pendapatan PT BFI Finance Tbk (BFIN) selama tiga bulan pertama tahun ini meningkat 18,17% menjadi Rp901,43 miliar dibandingkan pendapatan Rp762,80 miliar periode sama tahun sebelumnya. Jumlah beban naik menjadi Rp582,53 miliar dari jumlah beban Rp545,31 miliar dan laba sebelum pajak naik menjadi Rp318,90 miliar dari Rp217,48 miliar. Beban pajak naik menjadi Rp64,47 miliar dari Rp57,51 miliar dan laba bersih meningkat 59% menjadi Rp254,43 miliar dari Rp159,97 miliar hingga periode 31 Desember 2015.

  • PPRO Akuisisi Lahan di Malang 1,5 Hektar

PT PP Properti Tbk (PPRO) kembali menambah cadangan lahan dengan mengakuisisi lahan di Malang seluas 1,5 hektare. Lahan tersebut akan dipakai perseroan untuk mengembangkan proyek tiga menara apartemen mahasiswa bebas narkoba yang akan diluncurkan pada Juli 2017. Penambahan lahan di Malang merupakan bagian dari strategi jangka panjang PPRO untuk menopang pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan pada masa mendatang. Lahan yang diakusisi perseroan memiliki lokasi strategis karena terletak di sekitar kampus ternama. Sebelumnya, PPRO juga telah mengakuisisi lahan di Surabaya, Jawa Timur untuk pengembangan proyek baru.

  • Pefindo Tetapkan Kembali Peringkat PANR Pada idA

Pefindo menetapkan kembali peringkat idA untuk PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) dan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2013 dan Tahap II Tahun 2015. Outlook terhadap peringkat perusahaan adalah stabil. Peringkat itu mencerminkan posisi pasar PANR yang kuat, bisnis yang terdiversifikasi dengan sinergi yang baik, dan jaringan yang luas. Peringkat dibatasi oleh leverage keuangan yang agresif, industri yang fragmanted dan kompetitif sehingga marjin usaha rendah, dan paparan terhadap kejadian yang dapat mengganggu industri pariwisata. Peringkat bisa dinaikan jika PANR dapat memperbaiki leverage keuangan secara signifikan, mencapai target arus kas dari ekspansi usaha dan atau secara signifikan meningkatkan marjin profitablilitas

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top