BURSA KORSEL: Mulai Monitor Jadwal Pertemuan AS-China, Indeks Kospi Ditutup Melemah

Indeks Kospi ditutup turun 0,20% atau 4,41 poin ke level 2.160,23, setelah dibuka dengan kenaikan 0,09% atau 1,98 poin di posisi 2.166,62.
Renat Sofie Andriani | 31 Maret 2017 14:38 WIB
Indeks Kospi melemah. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA– Pergerakan bursa saham Korea Selatan kembali berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (31/3/2017), di tengah minimnya sentimen dari investor.

Indeks Kospi ditutup turun 0,20% atau 4,41 poin ke level 2.160,23, setelah dibuka dengan kenaikan 0,09% atau 1,98 poin di posisi 2.166,62.

Sebanyak 452 saham menguat, 240 saham melemah, dan 74 saham stagnan dari 766 saham yang diperdagangkan di indeks Kospi pada akhir perdagangan hari ini.

Saham Il Dong Pharmaceutical Co. Ltd. yang turun 0,26% turut menjadi penekan atas pelemahan Kospi, bersama dengan Hwaseung Enterprise Co. Ltd. yang melorot 1,10% dan Doosan Bobcat Inc. yang merosot 1,08%.

Saham Samsung Electronics Co. Ltd. ikut melemah sebesar 1,86% atau 39.000 poin ke 2.060.000 won pada pukul 13.45 WIB setelah dibuka turun 0,38% di posisi 2.091.000.

Sejalan dengan pelemahan Kospi, nilai tukar won ditutup melemah di hari keempat sebesar 0,09% atau 1,05 poin ke 1.118,45 per dolar AS.

Menurut laporan media setempat, bursa saham Korsel melemah hari ini seiring minimnya sentimen dari investor menjelang awal musim laba pekan depan.

“Para investor mengambil sikap wait and see menjelang rilis panduan laba Samsung Electronics beserta sejumlah agenda penting lainnya seperti pertemuan AS-China dan laporan pemerintah untuk ekspor pada Maret,” ujar Seo Sang-young, analis Kiwoom Securities Co seperti dikutip Bloomberg, Jumat (31/3/2017).

 

Pergerakan Indeks KOSPI

Tanggal

Level

Perubahan

31/3/2017

2.160,23

-0,20%

30/3/2017

2.164,64

-0,11%

29/3/2017

2.166,98

+0,17%

28/3/2017

2.163,31

+0,35%

27/3/2017

2.155,66

-0,61%

 

Sumber: Bloomberg

 

Tag : indeks kospi, bursa korsel
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top