Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penjualan Ritel Februari Berkurang, Nikkei 225 & Topix Berakhir Mixed

Pergerakan bursa saham Jepang berakhir variatif pada perdagangan hari ini, Rabu (29/3/2017).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Maret 2017  |  14:03 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Jepang berakhir variatif pada perdagangan hari ini, Rabu (29/3/2017).

Indeks Topix hari ini dibuka turun 0,04% atau 0,65 poin di level 1.544,18 dan ditutup melemah 0,18% atau 2,76 poin ke 1.542,07.

Dari 1.995 saham pada indeks Topix akhir perdagangan hari ini, 717 saham di antaranya menguat, 1.160 saham melemah, dan 118 saham stagnan.

Lebih dari sepertiga (sekitar 1.500) perusahaan konstituen diperdagangkan tanpa hak dividen terbarunya (ex-dividend).

Sebaliknya, indeks Nikkei 225 berakhir menguat 0,08% atau 14,61 poin ke level 19.217,48, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,07% atau 13,91 poin di 19.216,78.

Sebanyak 81 saham menguat, 133 saham melemah, dan 11 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei.

Saham SoftBank Group Corp. yang menanjak 1,29% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei, diikuti oleh FANUC Corp. yang menguat 1,22% dan Daikin Industries Ltd. yang naik signifikan 1,28%.

Sementara itu, nilai tukar yen siang ini melanjutkan pelemahannya sebesar 0,06% atau 0,07 poin di 111,21 setelah kemarin berakhir melemah 0,43% di posisi 111,14.

Seperti dilansir Bloomberg, penjualan ritel Jepang pada Februari naik lebih kecil dari yang diprediksi para ekonom. Hal ini mengisyaratkan masih berjuangnya tingkat belanja konsumen untuk mendapatkan traksi.

Penjualan ritel naik 0,1% pada Februari dibandingkan dengan setahun sebelumnya, lebih kecil dari prediksi kenaikan sebesar 0,7% serta pencapaian sebesar 1% pada bulan sebelumnya.

"Sentimen konsumen tidak bagus pada dasarnya karena tingkat upah. Upah tidak mengalami kenaikan yang cukup, sementara harga meningkat akibat efek harga energi dan pelemahan yen," ujar Atsushi Takeda, ekonom Itochu Corp. di Tokyo


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikkei 225 bursa jepang
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top