Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dua Sentimen Utama Diprediksi Bakal Dorong IHSG Lanjutkan Tren Bullish

First Asia Capital memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (24/3/2017), bergerak di zona hijau
Linda Teti Silitonga
Linda Teti Silitonga - Bisnis.com 24 Maret 2017  |  09:49 WIB
Mengamati pergerakan harga saham. - .Bisnis/Dedi Gunawan
Mengamati pergerakan harga saham. - .Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA- First Asia Capital memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Jumat (24/3/2017), bergerak di zona hijau.

“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan berpeluang melanjutkan tren bullish setelah kemarin berhasil tutup di level tertinggi baru,” kata Analis First Asia Capital David Sutyanto dalam risetnya yang diterima hari ini, Jumat (24/3/2017).

Dikemukakan sejumlah sentimen positif seperti arus dana asing yang masuk, aksi korporasi emiten dan peluang dinaikkannya rating utang Indonesia oleh S&P akan menjadi katalis pergerakan positif IHSG pada perdagangan akhir pekan ini.

“IHSG diperkirakan berpeluang menyentuh level 5.600 dengan support di 5.530,” kata David.                    

Dia mengemukakan aksi beli kembali berlanjut pada perdagangan kemarin. IHSG berhasil menguat 29,666 poin (0,54%) ditutup di level tertinggi baru di 5563,759. Penguatan terutama ditopang arus dana asing yang masuk.

Pembelian bersih asing kemarin mencapai Rp429,14 miliar. Pembelian terutama menyasar sejumlah saham-saham perbankan yang berkapitalisasi besar.

Sentimen musim pembagian dividen menjadi pemicu aksi beli pemodal.

Pasar saat ini juga berspekulasi terkait kenaikan peringkat utang Indonesia oleh lembaga pemeringkat S&P. 

Sementara itu Wall Street tadi malam bergerak dalam rentang terbatas tutup koreksi tipis. Indeks DJIA dan S&P masing-masing koreksi 0,02% dan 0,11% di 20656,58 dan 2345,96. Indeks Nasdaq koreksi 0,07% di 5817,69.

Koreksi terutama dipicu langkah Kongress yang menunda voting atas UU perlindungan kesehatan yang menggantikan Obamacare. Penundaan ini membuat pasar cenderung berhati hati dan mengambil sikap menunggu.

Harga minyak tadi malam kembali koreksi 0,77% di US$47,67/barel.

Penundaan voting atas UU perlindungan kesehatan yang baru ini dinilai sebagai sebuah situasi yang tidak mudah bagi Trump untuk meloloskan keinginannya di Kongres, terutama terkait kebijakan ekonomi pemotongan pajak dan persetujuan alokasi anggaran untuk membiayai program pembangunan infrastruktur. 

Saham Pilihan:

BBCA 16400-16750 TB, SL 16000

BBNI 6750-7050 TB, SL 6400

PTPP 3380-3500 Buy, SL 3200

AKRA 6500-6750 TB, SL 6300

WIKA 2450-2550 Buy, SL 2400

MNCN 1720-1800 Buy, SL 1650

PTBA 11200-11800 Buy, SL10900

ADRO 1710-1770 Buy, SL 1670

PGAS 2450-2680 Buy, SL 2370

HMSP 3920-4100 Buy, SL 3900

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Linda Teti Silitonga
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top