Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA CHINA 7 FEBRUARI: Pelemahan Minyak Tekan Saham Energi, Indeks Shanghai Terkoreksi

Indeks Shanghai Composite melemah 0,31% atau 9,79 poin ke level 3.147,20 pada pukul 10.57 WIB, setelah dibuka turun tipis 0,08% atau 2,58 poin di posisi 3.154,41.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Februari 2017  |  11:32 WIB
Bursa China  - Reuters
Bursa China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham China terkoreksi pada perdagangan pagi ini, Selasa (7/2/2017), seiring pelemahan saham perusahaan energi.

Indeks Shanghai Composite melemah 0,31% atau 9,79 poin ke level 3.147,20 pada pukul 10.57 WIB, setelah dibuka turun tipis 0,08% atau 2,58 poin di posisi 3.154,41.

Dari 1.241 saham yang terdaftar pada indeks Shanghai Composite pagi ini, 336 di antaranya menguat, 778 melemah, sedangkan 127 saham bergerak stagnan.

Saham PetroChina Co. Ltd. yang turun 0,70% menjadi penekan utama terhadap pelemahan indeks Shanghai pagi ini, disusul oleh China Petroleum & Chemical Corp. yang merosot 1,18% dan Bank of China Ltd. yang melandai 0,56%.

Perusahaan energi terdampak oleh pelemahan tajam harga minyak mentah dunia seiring meningkatnya aktivitas pengeboran minyak shale AS yang mendorong prospek produksi negara.

Harga minyak WTI kontrak Maret 2017 kemarin ditutup merosot 1,52% atau 0,82 poin ke US$53,01 per barel. Patokan Eropa minyak Brent untuk kontrak April 2017 turut berakhir melorot 1,92% atau 1,09 poin ke US$55,72 per barel.

Pergerakan indeks CSI 300 di Shenzen pun turut melemah 0,32% atau 10,91 poin ke level 3.362,30.

Sebelumnya indeks CSI dibuka turun tipis 0,04% atau 1,44 poin di posisi 3.371,77.

Sementara itu, nilai tukar renminbi pagi ini terpantau melemah 0,2% ke posisi 6,8765 per dolar AS pada pukul 11.05 WIB.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china petrochina
Editor : Gita Arwana Cakti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top