KURS JISDOR 20 DESEMBER: Terdepresiasi ke 13.393, Minimnya Sentimen Positif Tekan Spot

Data yang diterbitkan BI pagi ini menempatkan Jisdor pada Rp13.393 per dolar AS, terdepresiasi 0,09% atau 12 poin dari posisi 13.381 kemarin.
Renat Sofie Andriani | 20 Desember 2016 10:37 WIB
Karyawan menghitung lembaran uang rupiah dan dolar. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menembus Rp13.393 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Selasa (20/12/2016).

Data yang diterbitkan BI pagi ini menempatkan Jisdor pada Rp13.393 per dolar AS, terdepresiasi 0,09% atau 12 poin dari posisi 13.381 kemarin.

Adapun, nilai tukar rupiah pagi ini terpantau melemah 0,14% atau 19 poin ke Rp13.408 per dolar AS pada pukul 09.57 WIB di pasar spot, meski dibuka dengan penguatan tipis 0,05% atau 7 poin di posisi 13.382.

Pada perdagangan Senin (19/12), rupiah ditutup menguat tipis 0,04% atau 6 poin ke Rp13.389.

Sementara itu, laju indeks dolar AS pagi ini turun tipis 0,06% atau 0,060 poin ke level 103,080 pada pukul 09.54 WIB. Pada perdagangan kemarin (pagi ini WIB), indeks dolar ditutup menguat 0,18% atau 0,190 poin ke posisi 103,140.

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksikan peluang pelemahan rupiah pada perdagangan hari ini, seiring minimnya sentimen positif.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia Rangga Cipta, penguatan dolar pada perdagangan Senin di pasar Asia menandakan masih adanya permintaan dolar tinggi pasca kenaikan FFR target 25 bps pekan lalu.

Adapun, fokus pagi ini masih tertuju pada hasil pertemuan Bank of Japan (BOJ) yang jika menambah stimulusnya, imbal hasil obligasi global bisa tertahan kenaikannya. Hingga kemarin, imbal hasil global mulai bergerak turun setelah sempat naik mengikuti kenaikan imbal hasil US Treasury.

Dengan sentimen domestik yang juga didominasi oleh berita negatif, pasokan dolar dari BI menjadi penopang rupiah yang utama.

“Minimnya sentimen domestik membuat faktor global menjadi dominan dalam penentu arah rupiah yang dalam jangka pendek diperkirakan masih akan meminta pelemahan,” katanya dalam riset.

Menurutnya, kekhawatiran pemerintah terhadap pencapaian defisit akhir 2016 yang bisa melebihi ekspektasi, kembali jadi perhatian dan ikut memberikan sentimen negatif.

 

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

20 Desember

13.393

19 Desember

13.381

16 Desember

13.426

15 Desember

13.367

14 Desember

13.285

 

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top