Ini Target Perusahaan DSSA Milik Taipan Eka Tjipta Sinarmas 2017

Emiten energi dan infrastruktur milik Eka Tjipta Widjaya dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. membidik pendapatan US$750 juta pada tahun depan seiring digenjotnya sektor kelistrikan, serta rebound harga batu bara.
Sukirno | 14 Desember 2016 04:20 WIB
Siluet karyawan di dekat monitor Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Senin (3/10)./JIBI/Bisnis - NurulHidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Emiten energi dan infrastruktur milik Eka Tjipta Widjaya dari Grup Sinarmas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. membidik pendapatan US$750 juta pada tahun depan seiring digenjotnya sektor kelistrikan, serta rebound harga batu bara.

Direktur & Sekretaris Perusahaan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. Hermawan Tarjono mengungkapkan perseroan membidik tender proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) sebagai ekspansi pada tahun depan. Pendapatan konsolidasi diproyeksikan meningkat 25% dari target sepanjang tahun ini US$600 juta.

"Diharapkan ada peningkatan penjualan batu bara karena harga yang membaik. Kemudian, produksi PLTU Sumsel-5 diharapkan tahun depan bisa beroperasi penuh," ujarnya usai paparan publik, Selasa (13/12/2016).

Melalui anak usahanya, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS), perseroan membidik produksi batu bara 12 juta ton pada 2017, naik 20% dari target tahun ini 10 juta ton. Penjualan ditargetkan melonjak 25%-30% tahun depan seiring penguatan harga komoditas batu bara.

Kontribusi batu bara pada tahun depan diproyeksi stabil 60%-65% terhadap total pendapatan. Sedangkan, kontribusi sektor kelistrikan melalui operasional PLTU (independent power producer/IPP) ditargetkan mencapai 25% dalam lima tahun mendatang.

Perusahaan milik Eka Tjipta sebagai konglomerat terkaya ke-4 di Indonesia dengan kekayaan US$5,6 miliar itu, mengincar tender PLTU yang digelar PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Proyek yang diincar akan disinergikan dengan lokasi tambang milik perseroan di Sumatra dan Kalimantan.

Saat ini, DSSA tengah menggarap tiga proyek PLTU, yakni IPP Sumsel-5, Kalteng-1, dan Kendari-3. Tiga PLTU tersebut berkapasitas 600 Megawatt dengan total investasi mencapai nyaris US$1 miliar setara Rp13,3 triliun.

PLTU Sumsel-5 di Musi Banyuasin berkapasitas 2x150 MW ditargetkan dapat beroperasi 80% pada 2017 dari saat ini kurang dari 50%. Pendapatan dari PLTU Sumsel-5 diproyeksi mulai tahun depan, dan dua power plant lain baru dapat beroperasi pada 2019-2020.

Investasi PLTU Kalteng-1 berkapasitas 2x100 MW diperoleh dari pinjaman PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebesar US$250 juta. Sisanya akan dirogoh dari kas internal dari keseluruhan kebutuhan dana US$337 juta.

Proyek PLTU Kendari-3 digarap oleh anak usahanya, PT DSSP Power Kendari dengan kapasitas 2x50 MW senilai US$200 juta. Perseroan telah mengantongi pinjaman dari China Development Bank Corporation US$150 juta berupa project financing, dan sisanya US$50 juta dari ekuitas.

Adapun, perseroan telah memiliki empat pembangkit listrik terintegrasi untuk konsumsi sendiri di Tangerang, Serang, dan Karawang-1 dan Karawang-2. Total captive power plant tersebut memiliki kapasitas 300 MW.

Manajemen Dian Swastatika menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) untuk PLTU pada 2017 senilai US$100 juta. Secara konsolidasian, perseroan menganggarkan capex dari kas internal senilai US$150 juta. 

Akhir tahun ini, pendapatan perseroan ditargetkan dapat meningkat 20% year-on-year menjadi US$600 juta. Hingga September 2016, pendapatan DSSA melonjak 21,36% menjadi US$345,99 juta dari US$359,26 juta dan rugi bersih menipis 98,2% menjadi US$503.887 dari sebelumnya US$29,24 juta.

Tag : sinarmas, dian swastatika sentosa
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top