KGI SEKURITAS: IHSG Anteng di Atas 5.200

PT.KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Jumat (2/12/2016) bergerak di kisaran support: 5.120-5.080-5.040-4.975, dan resisten 5.200-5.270-5.370-5.410-5.525
Linda Teti Silitonga | 02 Desember 2016 07:11 WIB
Mengamati pergerakan harga saham. - .Bisnis/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA- PT.KGI Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks harga saham gabungan pada perdagangan hari ini, Jumat (2/12/2016) bergerak di kisaran support: 5.120-5.080-5.040-4.975, dan resisten 5.200-5.270-5.370-5.410-5.525.

“IHSG rebound, mulai bermain anteng diatas 5.200,” kata Periset Senior KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko dalam risetnya.

Dikemukakan sentimen positif pasar yang mulai membaik, memicu kembali pembelian saham big cap index drivers dan lapis dua oleh para pelaku pasar.

“Kaum banteng berhasil menahan IHSG dari tekanan jual kaum beruang yang tidak tahan dengan volatilitas regional, gejolak EIDO ETF dan rupiah,” kata Yuganur.

KGI Sekuritas Indonesia merekomendasikan untuk akumulasi secara lebih intensif guna kontinuasi kenaikan berikutnya.

KGI Sekuritas Indonesia merekomendasikan saham berikut:

  • Bank BNI (BBNI)

Trading target Rp5.350-Rp5.450

Secara teknikal pattern perbaikan short dan medium term trend di emitten big cap perbankan ini membuatnya menarik untuk di akumulasi melihat kinerja expektasi earnings kedepan di 2016-2017 dengan skenario kenaikan berikutnya menuju resistance psikologis di Rp.5.350-Rp5.450

Entry (1) Rp5.175, Entry (2) Rp5.075, Cut loss point: Rp4.975

  • Adaro Energy (ADRO)

Trading target Rp1.670-Rp1.770)

Harga komoditas yang mulai bottoming di low 10 tahun terakhir dan valuasi sektor yang cukup murah setelah tertekan sekian lama membuat emitten tambang ini menarik untuk di akumulasi jangka medium term, rekomen akumulasi untuk potensi kenaikan berikutnya ke Rp1.670-Rp1.770

Entry (1) Rp1.610, Entry (2) Rp1.550, Cut loss point: Rp1.515

  • Telekomunikasi (TLKM)

Trading target Rp3.970-Rp4.070

Secara teknikal perbaikan short dan medium term emitten consumer auto conglomerate ini dapat digunakan sebagai akumulasi untuk kontinuasi kenaikan short dan medium term berikutnya ke Rp3.950-Rp4.050.

Entry (1) Rp3.850, Entry (2) Rp3.815, Cut loss point: Rp3.775

  • Adhikarya (ADHI)

BUY. Trading target Rp2.020-Rp2.120

Pattern perbaikan momentum dalam short dan medium term emitten konstruksi BUMN ini dapat digunakan sebagai trading opportunity mengikuti kontinuasi kenaikan berikutnya ke resistance psikologis Rp2.020-Rp2.120.

Entry (1) Rp1.900, Entry (2) Rp1.870, cut loss point: Rp1.815

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top