Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA CHINA 31 OKTOBER: Indeks Shanghai Melemah, PetroChina Penekan Utama

Indeks Shanghai Composite melemah 0,55% atau 17,16 poin ke level 3.087,11 pada pukul 09.31 WIB, setelah dibuka turun 0,23% atau 7,08 poin di posisi 3.097,19.
Bursa China/Reuters
Bursa China/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham China terpantau melemah pada perdagangan pagi ini, Senin (31/10/2016), sejalan dengan pelemahan saham perusahaan minyak di negara tersebut di tengah penurunan produksi minyak yang tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Indeks Shanghai Composite melemah 0,55% atau 17,16 poin ke level 3.087,11 pada pukul 09.31 WIB, setelah dibuka turun 0,23% atau 7,08 poin di posisi 3.097,19.

Dari 1.182 saham yang terdaftar pada indeks Shanghai Composite, 308 di antaranya menguat, 776 melemah, sedangkan 98 saham bergerak stagnan.

Saham PetroChina Co. Ltd., perusahaan minyak dan gas terbesar di China, yang melorot 1,08% menjadi penekan utama indeks Shanghai pagi ini.

Sementara itu, saham Industrial & Commercial Bank of China Ltd. turun 0,68%, Bank of China Ltd. melemah 0,88%, dan Agricultural Bank of China Ltd. melandai 0,63%.

Pada saat yang sama, pergerakan indeks CSI 300 di Shenzen yang berisi saham-saham bluechip melemah 0,46% atau 15,43 poin ke level 3.324,70.

Sebelumnya indeks CSI dibuka turun 0,23% atau 7,72 poin di level 3.332,41.

Adapun, nilai tukar mata uang yuan terpantau menguat 0,14% ke posisi 6,7696 per dolar AS pada pukul 09.48 WIB.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, penurunan produksi minyak di China tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan di saat perusahaan energi besar di negara tersebut menahan pengeluaran demi menangani kemerosotan harga.

Tiga produsen minyak besar China, dipimpin oleh PetroChina Co., dilaporkan telah mengeluarkan separuh dari target belanja modal mereka pada 2016 sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Produksi domestik mereka telah turun 6% sepanjang periode tersebut di tengah upaya pemangkasan pengeluaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper