Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Masa Penawaran Obligasi Berkelanjutan BRI Rp7 Triliun

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. menggelar masa penawaran obligasi II tahap I 2016 senilai Rp7 triliun pada 26 Oktober 2016-9 November 2016.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 24 Oktober 2016  |  17:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BRI) menggelar masa penawaran obligasi II tahap I 2016 senilai Rp7 triliun pada 26 Oktober 2016-9 November 2016.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, Senin (24/10/2016), emisi obligasi BRI ditawarkan dalam lima seri yakni seri A bertenor 370 hari, seri B, C, D dan E masing-masing dengan tenor 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun dan 10 tahun.

"[Kupon] Masih kami bahas. Rabu akan kami umumkan," ungkap Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo, Senin (24/10/2016).

Adapun obligasi berkelanjutan BRI senilai Rp7 triliun, diperingkat oleh Pefindo dengan hasil idAAA. BRI memiliki emisi obligasi berkelanjutan II dengan target dana yang akan dihimpun senilai Rp20 triliun.

Penjamin dan penjamin pelaksana emisi obligasi berkelanjutan BRI yakni PT Bahana Securities, PT BCA Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT DBS Vickers Sekurities Indonesia dan PT Indopremier Securities.

Sementara itu, perkiraan tanggal efektif obligasi berkelanjutan II tahap I BRI pada 21 November 2016, perkiraan masa penawaran umum 22-23 November 2016, perkiraan penjatahan 24 November 2016.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi bri
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top