Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

OBLIGASI TRIKOMSEL: Kreditur Usulkan Utang Obligasi Dikonversi ke Saham

Kreditur obligasi mengusulkan agar utang obligasi senilai SIN$215 juta yang diterbitkan PT Trikomsel Oke Tbk. dikonversi ke kepemilikan saham sebesar 25%.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 05 Oktober 2016  |  21:01 WIB
OBLIGASI TRIKOMSEL: Kreditur Usulkan Utang Obligasi Dikonversi ke Saham
/id.wikipedia.org
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kreditur obligasi mengusulkan agar utang obligasi senilai SIN$215 juta yang diterbitkan PT Trikomsel Oke Tbk. dikonversi ke kepemilikan saham sebesar 25%.  

Pascaberakhirnya perkara Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), komite kreditor pemegang obligasi akhirnya memberikan usulan ke manajamen Trikomsel Oke (TRIO).

Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 28 September 2016 telah mengesahkan rencana perdamaian Trikomsel Oke dan mengakhiri proses PKPU yang berjalan hampir 270 hari.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan komite kreditor pemegang obligasi Trikomsel Oke di Singapore Stock Exchage pada Rabu (5/10/2016), perseroan memutuskan pemegang obligasi dolar Singapura yang diterbitkan perseroan berhak memegang 25% saham perseroan.

Dengan catatan, apapun peristiwa yang terjadi di kemudian hari, para pemegang obligasi tersebut tetap memiliki 25% saham perseroan (fully-diluted equity).

Hal ini memperhitungkan konversi saham lain berdasarkan rencana perdamaian dan suntikan modal tambahan yang disyaratkan dari para pemegang saham saat ini.

Komite menimbang bahwa 25% saham di perseroan pascarestrukturisasi bermakna dan yakin bahwa kepemilikan saham tersebut adil dibandingkan dengan saham yang diterima kreditur lain, termasuk kreditor separatis yang melakukan konversi.

"Komite juga mencatat terdilusinya komposisi saham yang signifikan terhadap saham milik pemegang saham awal sebagaimana diatur dalam perjanjian perdamaian, termasuk saham yang sebelumnya dimiliki Polaris Pte. Ltd. dan Softbank," tulis komite kreditur pemegang obligasi Trikomsel.  

Per 31 Agustus 2016, JPMCB-Polaris Ltd. mengantongi 44,88% saham dalam TRIO, sedangkan JPMorgan Bank Luzembourg SA memiliki 25,71% dan UOB Kay Hian Pte. Ltd. menggengga, 25,30%.

Komite mengusulkan 25% saham yang dialokasikan ke pemegang obligasi dikelola melalui skema wali amanat yang diatur berdasarkan hukum Singapura. Biaya pendirian dan pengelolaan wali amat sepenuhnya ditanggung perseroan.

Nantinya, saham hasil konversi akan dimuat dalam satu blok dan dikelola oleh wali amanat. Dengan begitu, pengambilan putusan dan pemungutan suara bisa lebih efisien serta memunculkan peluang harga jual saham yang lebih tinggi.

TRIO sendiri sudah menyetujui usul komite bahwa saham yang dikelola melalui wali amanat berhak menunjuk satu anggota direksi perseroan, sepanjang blok saham yang dimilik pemegang obligasi sama dengan atau melebihi 20% dari saham perseroan.

Rencana perdamaian yang sudah disetujui Pengadilan Niaga Jakarta Pusat itu juga mencakup ditunjuknya akuntan pengawas (chief restructuring officer) untuk mengawasi dan mengendalikan rekening perusahaan dan pembayaran di kemudian hari.

Akuntan pengawas akan bekerja sama dengan perusahaan dan auditor untuk menyiapkan laporan keuangan audit maupun pernyataan kembali untuk periode saat ini dan sebelumnya.

Sejak 6 Januari 2016 efek TRIO dihentikan sementara (suspensi) oleh Bursa Efek Indonesia.  Selain perkara utang bunga obligasi dan PKPU, Trikomsel dilanda penurunan kerja operasional.

Sepanjang sembilan bulan pertama 2015 TRIO menelan rugi bersih Rp324,03 miliar, anjlok dari periode sama 2014 yang mencetak laba bersih Rp196,24 miliar. Sementara, pendapatan neto selama Januari hingga September 2015 turun 29,65% year-on-year/ y-o-y menjadi Rp5,68 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pkpu trikomsel softbank trikomsel oke trio polaris obligasi singapura
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top