Anak Usaha Sinar Mas Ini Tingkatkan Produksi Tambang di Kalsel

Anak Usaha Sinar Mas yakni PT Borneo Indobara (BIB) telah memperoleh persetujuan dari pemerintah untuk peningkatan produksi tambang di Kalimantan Selatan dari 6,3 juta ton per tahun menjadi sebesar 7,5 juta ton per tahun.
Novita Sari Simamora | 21 September 2016 02:55 WIB
Kegiatan penambangan batu bara di Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur - Reuters/Zevanya Suryawan

Bisnis.com, JAKARTA - Anak Usaha Sinar Mas yakni PT Borneo Indobara (BIB) telah memperoleh persetujuan dari pemerintah untuk peningkatan produksi tambang di Kalimantan Selatan dari 6,3 juta ton per tahun menjadi sebesar 7,5 juta ton per tahun.

Adapun BIB menginduk pada PT Golden Energy Mines Tbk.. Fuganto Widjaja, Presiden Direktur Golden Energy Mines menyatakan dalam keterangan resmi, Selasa (20/9/2016) area konsesi PT Borneo Indobara (BIB) merupakan tambang yang berpotensi karena memiliki rata-rata stripping ratio tambang yang rendah dan sumber daya yang luas.

Dia mengatakan persetujuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral merupakan langkah yang signifikan bagi rencana GEMS untuk meningkatkan produksi BIB sebesar 12 juta ton per tahun. Menurutnya, permintaan batu bara cukup memenuhi pesat dan memberikan posisi yang lebih baik dalam keadaan harga batu bara yang sedang membaik akhir-akhir ini.

GEMS mengaku telah  mendapatkan persetujuan dari Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada awal September 2016 untuk meningkatkan produksi batu bara atas area konsesinya seluas 24.100 ha milik BIB menjadi 7,5 juta ton per tahun dari angka produksi pada 2015 sebesar 6,3 juta ton per tahun.

"Bergantung dari permintaan pasar dan persetujuan Pemerintah, GEMS berencana untuk meningkatkan hasil produksi menjadi sebesar 12 juta ton pada 2017," tulisnya dalam keterangan resmi.

Adapun area konsesi BIB merupakan cadangan batubara terbesar GEMS, dengan estimasi 1,78 miliar ton cadangan batubara. GEMS juga memiliki  dua area konsesi lainnya, yang pertama berada di Jambi dan yang kedua ada di Kalimantan Tengah dengan estimasi cadangan batu bara masing-masing sebesar 256 MT dan 77 MT.

Dia mengungkapkan permintaan batu bara paling banyak berasal dari China, India dan Asia Tenggara dengan jenis batubara BIB4200 selama beberapa tahun terakhir. Walakin, untuk meningkatkan produksi batu bara BIB, GEMS telah memiliki infrastruktur transportasi terbaik di kelasnya untuk menghasilkan biaya terbaik dan menghemat waktu dalam proses pengapalan batu bara.


Tag : batubara, borneo
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top