Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BURSA ASIA 14 SEPTEMBER: Kekhawatiran Terhadap Bank Sentral Picu Volatilitas, Indeks MSCI Turun 0,6%

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6% ke 136,36 pada pukul 09.13 pagi waktu Tokyo. Pergerakannya kemudian lanjut melemah 0,6% pada pukul 09.17 pagi waktu Tokyo (07.17 WIB).

Bisnis.com, TOKYO – Pergerakan bursa saham Asia dilaporkan melemah untuk hari kelima pada perdagangan pagi ini, Rabu (14/9/2016), di tengah adanya prospek bank sentral global yang menjadi kurang akomodatif sehingga membingungkan para investor. 

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6% ke 136,36 pada pukul 09.13 pagi waktu Tokyo. Pergerakannya kemudian lanjut melemah 0,6% pada pukul 09.17 pagi waktu Tokyo (07.17 WIB).

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, volatilitas telah kembali menggoyang pasar. Pergerakan saham melemah bersama dengan obligasi dan logam mulia pada perdagangan kemarin di tengah kekhawatiran bahwa bank sentral sedang mempertimbangkan kembali pendekatan mereka terhadap stimulus moneter.

Hal itu menyebabkan para investor meningkatkan kepemilikan uang tunai, menurut Bank of America Corp. Para pengelola dana (fund managers) meningkatkan kepemilikan uang tunai rata-rata mereka mendekati level tertinggi sejak 2001.  

“Para investor melihat kenyataan bahwa valuasi menjadi tinggi dan penerapan tingkat suku bunga di level terendahnya tidak akan bertahan lama,” ujar Mark Lister, Kepala riset aset pribadi di Craigs Investment Partners.

Menurutnya, ada banyak hal berisiko yang akan terjadi termasuk di dalamnya pemilihan presiden AS, pertemuan bank sentral, serta harga minyak yang masih terlihat goyang. Pasar sangat bergantung pada dukungan bank dan ini menjadi peringatan bahwa dukungan tersebut tidak selalu didapat.

Sejalan dengan pergerakan bursa Asia, indeks Topix Jepang turun 0,5%, sementara indeks S&P/NZX 50 New Zealand melemah untuk sesi kelima berturut-turut dan indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit berubah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper