Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LOGAM INDUSTRI: Yellen Optimistis Ekonomi AS, Tembaga Lanjut Hijau

Harga tembaga berbalik menguat hingga 0,19% atau 0,40 poin ke US$208,85 per pound pada pukul 14.27 WIB setelah dibuka dengan pelemahan 0,38% di posisi US$207,65 per pound.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Agustus 2016  |  15:43 WIB
Tembaga menguat. - .Reuters
Tembaga menguat. - .Reuters

Bisnis.com, JAKARTA– Pergerakan harga tembaga kontrak Desember 2016 terpantau menguat pada perdagangan siang ini, Senin (29/8/2016), di tengah optimisme terhadap prospek logam tersebut meski di sisi lain terdapat penurunan konsumsi di China dan kenaikan stok global.

Harga tembaga berbalik menguat hingga 0,19% atau 0,40 poin ke US$208,85 per pound pada pukul 14.27 WIB setelah dibuka dengan pelemahan 0,38% di posisi US$207,65 per pound.

Sementara pada perdagangan Jumat (26/8/2016), harga tembaga ditutup naik tipis 0,07% ke posisi 208,45.

Seperti dilansir Bloomberg hari ini, di AS sebagai negara pengguna terbesar kedua di dunia untuk tembaga, dua kandidat presidennya berkomitmen untuk meningkatkan belanja untuk kebutuhan infrastruktur apabila terpilih.

Sementara di Jepang, kepemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe dilaporkan akan mengeluarkan 6,2 triliun yen (US$61 miliar) untuk infrastruktur.

“Tembaga sangat penting dalam pembangunan infrastuktur, jadi jika beberapa negara memutuskan untuk mulai memperbaiki infrastuktur mereka, maka itu akan sangat membantu bagi permintaan,” ujar John Kinsey, manajer dana Caldwell Securities Ltd.

Dengan adanya penutupan tambang yang tidak ekonomis, tambahnya, maka akan ada kekurangan pada awalnya. Dan tentu saja, pada akhirnya suplai tambahan datang kembali hingga adanya kelebihan suplai dan kemudian siklus dimulai kembali.   

Sejalan dengan tembaga, pergerakan harga nikel dan timah di Shanghai Futures Echange juga terlihat menguat pada perdagangan hari ini.

Harga nikel untuk kontrak Januari 2017 ditutup menguat 0,19% atau 150 poin ke 78.600 yuan/metrik ton meski dibuka melemah 0,18% atau 140 poin di level 78.310.

Adapun harga timah kontrak Januari 2017 berakhir kenaikan 0,63% atau 780 poin ke 124.870 yuan/metrik ton setelah dibuka menguat 0,37% atau 460 poin di level 124.550.

 

Pergerakan tembaga di Comex (Commodity Exchange) untuk kontrak Desember 2016:

Tanggal

Level

Perubahan

29/8/2016

(Pk. 14.27 WIB)

208,85

+0,19%

26/8/2016

208,45

+0,07%

25/8/2016

208,30

-0,10%

24/8/2016

208,50

-1,93%

23/8/2016

212,60

-1,21%

 

 

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikel harga tembaga harga timah logam industri
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top