Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gajah Tunggal (GJTL) Kaji Refinancing Utang US$500 Juta

Emiten produksi ban PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) tengah mengkaji penerbitan obligasi untuk pembiayaan kembali (refinancing) utang jatuh tempo senilai US$500 juta.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 09 Agustus 2016  |  21:25 WIB
Gajah Tunggal (GJTL) Kaji Refinancing Utang US$500 Juta
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Emiten produksi ban PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL) tengah mengkaji penerbitan obligasi untuk pembiayaan kembali (refinancing) utang jatuh tempo senilai US$500 juta.

Direktur & Sekretaris Perusahaan Gajah Tunggal Catharina Widjaja menuturkan perseroan tengah mempertimbangkan langkah-langkah yang harus diambil untuk pokok pinjaman.

"Tapi belum menentukan opsi yang dipilih berkaitan dengan outstanding bond yang masih ada. Dengan mempertimbangkan momentum tax amnesty dimana kemungkinan likuiditas yang akan meningkat di dalam negeri," katanya dalam keterbukaan informasi di PT Bursa Efek Indonesia, Selasa (9/8/2016).

Per semester I/2016, total utang bersih perseroan mencapai Rp6,47 triliun dari sebelumnya Rp7,05 triliun. Rasio utang terhadap ekuitas (debt to equity ratio/DER) mencapai 1,1 kali dengan total utang sebesar US$553 juta.

Hingga paruh pertama tahun ini, emiten bersandi saham GJTL itu mengantongi penjualan Rp6,94 triliun dengan laba kotor Rp1,67 triliun. Total penjualan produk ban meningkat 48% pada replacement, 10% pada pasar OEM, dan 42% di pasar ekspor.

Biaya produksi terbesar pada bahan baku sebesar 64%. Komponen biaya karet stagnan 24%, energi 38%, gas 62%, dan tenaga kerja 14%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah tunggal
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top