Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

RIGHTS ISSUE BEKS: MNC Kapital dan Banten Global Akan Jadi Pemegang Saham Baru Bank Pundi

PT Bank Pundi Indonesia Tbk. melakukan penawaran umum terbatas (PUT) IV dengan menerbitka sebanyak-banyaknya 35,42 miliar lembar saham seri B dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pundi Indonesia Tbk. melakukan penawaran umum terbatas (PUT) IV dengan menerbitka sebanyak-banyaknya 35,42 miliar lembar saham seri B dengan mekanisme hak memesan efek terlebih dahulu atau HMETD.

Dalam prospektus yang dikutip Bisnis.com, Kamis (16/6/2016), tiap lembar saham baru akan dibanderol senilai Rp18,35. Alhasil, Bank Pundi berpotensi meraup dana segar sebanyak Rp650 miliar dari aksi korporasi ini.

Dalam PUT IV ini, pemegang saham utama, yakni PT Recapital Securities --pemilik 67,5% saham Bank Pundi--tidak akan mengambil seluruhnya haknya. Pasalnya, Recapital Securities telah menekan kesepakatan jual beli HMETD dengan PT Banten Global Development (BGD) pada 10 Juni 2016 lalu.

BGD akan menjadi pemegang saham baru dengan menyerap saham baru yang diterbitkan Bank Pundi senilai Rp300 miliar. Di samping itu, dalam prospektus disebutkan PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) juga akan menjadi pemegang saham baru Bank Pundi dengan manyerap 5,54 miliar saham baru senilai Rp100 miliar.

Alhasil, jika seluruh pemegang saham Bank Pundi mengeksekusi haknya dalam PUT IV, pemilikan Recapital Securities akan tersisa 23,79% sedangkan MNC Kapital akan mengempit 11,8%. Sementara itu, BGD akan memiliki 35,4% saham Bank Pundi.

Dalam catatan Bisnis.com, MNC Kapital sebelumnya memang berminat mengakuisisi Bank Pundi. Namun, pada prosesnya rencana itu urung dilakukan. Di lain pihak, Bank Pundi dan BGD telah mengumumkan rancangan akuisisi di mana PUT IV merupakan tahap pertama dari pengambilalihan 60% saham Bank Pundi oleh BGD.

Dala RUPS Luar Biasa, Bank Pundi juga telah mengganti anggaran dasar perseroa, dua di antaranya meningkatkan modal dasar menjadi Rp5 triliun dan mengubah nama menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Banten atau Bank Banten. Perubaha nama akan sah setelah mendapat izin dari Kementerian Hukum & HAM.

Direktur Operasional BGD, Franklin Paul Nelwan, mengatakan perseroan telah menempatkan deposito sebesar Rp300 miliar di Bank Pundi. Dana tersebut akan digunakan untuk menyerap saham baru yang diterbitkan bank berkode emiten BEKS itu. "[Pencairan] Menunggu keluarnya persetujuan fit and proper test dari OJK," ujarnya kepada Bisnis.com.

Sebelumnya, Nelson Tampubolon, Kepala Eksekutif Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengatakan dana yang ditempaktan BGD di Bank Pundi akan bisa diperhitungkan sebagai modal sehingga rasio kecukupan modal (CAR) Bank Pundi mendekati 15%. "Kami memang push mereka untuk tambah modal," tukasnya.

Berdasarkan laporan keuangan Bank Pundi yang tidak diaudit, per Maret 2016 rasio CAR Bank Pundi mencapai 8,01% dengan jumlah modal inti sebanyak Rp332,89 miliar. Jumlah modal inti melorot dari posisi setahun lalu sejumlah Rp700,15 miliar.

Hingga tiga bulan pertama 2016, Bank Pundi masih menderita rugi bersih sebanyak Rp80,15 miliar. Tren ini lanjutan dari kerugian bersih yang ditangguh sepanjang 2015 sebanyak Rp331,15 miliar. Sejak diambil alih Recapital Securities pada 2010 lalu, kinerja Bank Pundi antiklimaks.

Pada 2010, bank yang dahulu bernama Bank Eksekutif itu rugi Rp88,64 miliar kemudian setahun berikutnya juga masih rugi dengan jumlah Rp147,25 miliar. Pada 2012-2013, Bank Pundi baru bisa membukukan laba bersih, masing0masing Rp46,86 miliar dan Rp94,89 miliar. Namun, setahun berikutnya Bank Pundi kembali mencetak rugi sebanyak Rp120,36 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper