Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

SENTIMEN PASAR 19 FEBRUARI: BI Lanjutkan Pelonggaran Moneter, Minyak Terkoreksi

Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 7,25% menjadi 7%
Kantor Bank Indonesia di Jakarta. BI terus perlonggar moneter dengan menurunkan BI Rate/Reuters-Supri
Kantor Bank Indonesia di Jakarta. BI terus perlonggar moneter dengan menurunkan BI Rate/Reuters-Supri

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia meneruskan kebijakan pelonggaran moneter dengan menurunkan BI Rate dan giro wajib minimum. Kenaikan stok di Amerika Serikat membuat harga minyak dunia terkoreksi.

Bursa Global. Reli di Wall Street terhenti di hari keempat, bursa Eropa flat. Indeks S&P 500 turun 1,54%, Dow Jones melemah 0,25%, sedangkan Stoxx 600 naik 0,04%.

Harga Minyak. Harga minyak terkoreksi setelah kemarin naik tajam. WTI diperdagangkan melemah 0,82% ke US$30,41 per barel pada pukul 04.04 WIB, sedangkan Brent turun 1,68% ke US$33,92 per barel.

Stok Minyak AS. Badan Informasi Energi AS menyatakan stok minyak mentah Negeri Paman Sam naik 2,15 juta barel menjadi 504,1 juta barel per pekan lalu atau stok terbanyak dalam 86 tahun terakhir. Impor minyak AS naik 11%, sedangkan stok di pusat distribusi WTI di Cushing naik menjadi 64,7 juta barel dari kapasitas optimal sebesar 73 juta barel.

The Fed. Anggota FOMC James Bullard, salah satu penentu kebijakan The Fed, mengatakan ekspektasi inflasi investor memberikan bank sentral ruang untuk menunda kenaikan suku bunga. Namun, anggota FOMC lain John Williams mengatakan The Fed masih akan melakukan normalisasi kebijakan moneter secara bertahap seperti yang telah diputuskan sebelumnya.

BI Rate. Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps dari 7,25% menjadi 7%. Suku bunga Deposit Facility ditetapkan sebesar 5%, sedangkan Lending Facility menjadi 7,5%. BI juga memangkas giro wajib minimum dari 7,5% menjadi 6,5%.

Bunga Kredit Single Digit. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan membentuk tim ad hoc untuk menekan bunga kredit di Tanah Air. Bunga kredit korporasi ditargetkan turun ke single digit pada akhir 2016.

Inflasi. Bank Indonesia memprediksi ekonomi Indonesia akan mencatatkan deflasi 0,15% pada Februari tertekan penurunan harga BBM, tarif angkutan udara, dan harga elpiji 12 kg.

SUN. Kementerian Keuangan menyatakan permintaan atas sukuk ritel seri SR-008 mencapai Rp43 triliun dari target pemerintah senilai Rp25 triliun—Rp30 triliun.

Jalan Tol. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan diskon Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) bagi operator jalan tol yang mencapai 50%, dihapus mulai tahun ini.

MAPI. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) menargetkan ekspansi lini usaha ke bisnis e-commerce bisa menggenjot pendapatan korporasi menjadi Rp13,86 triliun pada 2016, tumbuh 10% dari realisasi pendapatan Rp12,6 triliun pada 2015.

BNLI. PT Bank Pertama Tbk (BNLI) berencana melakukan right issue hingga Rp5,5 triliun untuk memperkuat permodalan setelah labar bersih korporasi merosot 84% menjadi Rp247 miliar pada 2015.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper