Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Sepekan: Direcoki Bom, BI Rate Direspons Dingin

Pergerakan saham selama sepekan ini sedikit direcoki oleh adanya peledakan bom di kawasan Jalan M.H. Thamrin Sarinah Jakarta, sehingga rilis penurunan suku bunga acuan (BI Rate) direspons dingin oleh pelaku pasar.
Karyawan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Jakarta, Selasa (12/1/2016). /Bisnis.com
Karyawan melintas di depan monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan di Jakarta, Selasa (12/1/2016). /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Pergerakan saham selama sepekan ini sedikit direcoki oleh adanya peledakan bom di kawasan Jalan M.H. Thamrin Sarinah Jakarta, sehingga rilis penurunan suku bunga acuan (BI Rate) direspons dingin oleh pelaku pasar.

Selama sepekan ini, Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,49% sebesar 22,31 poin ke level 4.523,98 dari akhir pekan lalu 4.546,29.

Pada saat bersamaan, kurs rupiah justru ditutup menguat 0,09% sebesar 13 poin selama sepekan ke level Rp13.910 per dolar Amerika Serikat. Penguatan rupiah sepekan akhirnya terwujud setelah sejak akhir tahun lalu terus melemah.

Selama sepekan, investor asing mencatatkan transaksi beli di lantai bursa senilai Rp10,63 triliun. Namun, investor luar negeri itu juga melakukan aksi jual senilai Rp12,56 triliun selama sepekan. 

Sementara itu, saat perdagangan saham akhir pekan, Jumat (15/1), IHSG ditutup naik  0,24% sebesar 10,79 poin dari sehari sebelumnya 4.513,18. Penguatan IHSG terjadi setelah sehari sebelumnya ada aksi peledakan bom yang hanya mengguncang tipis lantai bursa dengan pelemahan 0,53%.

Pada perdagangan akhir pekan, nilai transaksi harian mencapai Rp4,99 triliun dengan volume rerata 3,92 miliar lembar saham. Kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp4.803 triliun dengan net sell asing mencapai Rp833 miliar dan Rp2,55 triliun sejak awal tahun.

Di pasar spot, kurs rupiah ditutup terdepresiasi 0,02% atau 3 poin dari sebelumnya Rp13.907 per dolar AS. Depresiasi kemarin terbilang jauh lebih tipis ketimbang sehari sebelumnya yang terdapat insiden peledakan, yakni terkoreksi 0,52% atau 72 poin.

Kepala Riset PT Universal Broker Indonesia Satrio Utomo menilai sentimen utama pergerakan IHSG pekan ini adalah pelemahan bursa global akibat pelemahan harga minyak mentah dunia yang terus melorot.

"Penurunan BI rate direspons dingin, sebenarnya BI enggak memberikan informasi kapan BI Rate akan turun lagi, berapa kali BI Rate akan turun. Akhirnya, IHSG netral-netral saja," ungkapnya saat dihubungi Bisnis.com, Jumat (15/1/2016).

Bank Indonesia memang telah menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin ke level 7,25% pada Kamis lalu. Namun, pengumuman BI Rate terjadi setelah adanya insiden ledakan bom yang membuat investor panic selling di lantai bursa.

Satrio menilai, pengumuman BI Rate direspons dingin lantaran hampir semua pihak menganggap sudah sewajarnya suku bunga acuan turun. Pengumuman BI Rate menjadi penahan kejatuhan IHSG akibat insiden bom, meskipun akhirnya kemarin sektor perbankan juga melemah akibat profit taking.

Investor, katanya, lebih banyak memantau pelemahan harga minyak dunia yang menyentuh level US$30 per barel, dan menjadi level terendah sejak 12 tahun terakhir.

Pelemahan harga minyak dipastikan dapat menekan keuntungan emiten, dan berpengaruh teradap perekonomian seperti AS, China, hingga Eropa. Lantai bursa AS, China, dan Eropa pun akhirnya menyerah dan terjerembab lantaran terpapar pelemahan harga minyak.

Menurutnya, pasar modal Tanah Air lebih banyak mengikuti bursa saham global yang melemah. Investor di lantai bursa Indonesia telah terbiasa dengan adanya isu terorisme, sehingga reaksi yang terjadi terhadap IHSG hanya sementara.

"Net sell investor asing sejak awal tahun ini memang terus jual. Investor asing sudah berada pada posisi jual. IHSG justru bertahan dari gempuran sentmen market global," paparnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Sukirno
Editor : Fatkhul Maskur
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper