EMITEN PEMBIAYAAN: Empat Perusahaan Catatkan Pertumbuhan Laba

Sembilan dari 14 emiten pembiayaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga triwulan III/2015. Dari jumlah ini hanya empat perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan laba
Anggara Pernando | 02 November 2015 10:42 WIB
Bursa Efek Indonesia - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA- Sembilan dari 14 emiten pembiayaan mencatatkan pertumbuhan pendapatan hingga triwulan III/2015. Dari jumlah ini hanya empat perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan laba.

Dirangkum dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Pertumbuhan pendapatan tertinggi dibukukan oleh PT Radana Bhaskara Finance Tbk.,(HDFA) dengan pertumbuhan 39,8%.

Di belakang HDFA terdapat PT MagnaFinance Tbk (MGNA) 28,4%, PT Intan Baruprana Finance Tbk ( IBFN) 26,5%, PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) 23,4%,PTIndomobil Multi Jasa Tbk (IMJS) 23,3%.

Selain itu PT Batavia Prosperindo Finance Tbk(BPFI) pendapatannya tumbuh 12,7%, PT Mandala Multifinance Tbk(MFIN) 11,3%,PTWahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOMF) (11,2%) dan PT Tifa Finance Tbk (TIFA) sebesar 3,4%.

Sementara lima perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan adalahPTDanasupra Erapacific Tbk ( DEFI) -40,7%,PT TrustFinance Tbk (TRUS) -16,8%, PT Buana Finance Tbk (BBLD) -7,9%, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk( ADMF) -2,6%, serta PT Verena Multi Finance Tbk (VRNA) -2,5%. Satu perusahaan yang belum ditampilkan dalam keterbukaan informasi adalahPTClipan Finance Indonesia Tbk (CFIN).

Meningkatnya pendapatan emiten pembiayaan ini ternyata tidak diiringi oleh meningkatnya laba perusahaan. Dari 14 perusahaan yang melapor hanya empat perusahaan yang laba komprehensifnya meningkat. Peningkatan laba terbesar dibukukan oleh BPFI (47%), IMJS (40%), BFIN (11%), serta HDFA (8%).

Sementara itu penurunan laba terbesar dialami oleh WOMF (-134%) di belakangnya disusul DEFI (-109%), VRNA (-74%), TIFA (-31%), MFIN (21%), MGNA (21%), BBLD (-14%), ADMF (-10%), IBFN (-6%), serta TRUS (-5%).

Penurunan laba ini dipengaruhi oleh meningkatnya beban perusahaan. Jika direrata beban emiten pembiayaan ini naik sebesar 13%. Kenaikan beban tertinggi dialami oleh HDFA yang naik hingga 45% secara y-o-y. Sedangkan kenaikan beban terendah di bukukan oleh TRUS yang menekan beban hingga lebih rendah 20,9%. Sedangkan untuk aset hingga triwulan III/2015 tercatat tumbuh rata-rata 5,6%.

Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan Otoritas Jasa Keuangan telah memberi pelonggaran kepada perusahaan pembiayaan dengan hadirnya POJK 29/2014.

Dia mengatakan dengan pelonggaran ini perusahaan pembiayaan dapat terjun membiayai semua jenis pinjaman yang memiliki underlying seperti pengadaan kapal, renovasi rumah, pembiayaan pendidikan hingga untuk keperluan ibadah.

"Namun untuk perusahaan yang bisnisnya sudah besar tidak bisa mengubah bisnisnya seketika," kata Suwandi seperti dikutip dari Bisnis Indonesia, Senin (2/11/2015).

Willy Suwandi Dharma, Direktur utama ADMF meyakini hingga akhir tahun dapat mengejar target menyalurkan total pembiayaan baru hingga Rp30 triliun. Dia mengatakan melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional saat ini menjadi tantangan untuk merealisasikan target tersebut.

Tag : pembiayaan
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top