Harga Tembaga & Aluminium Diproyeksikan Kian Terpuruk

Harga tembaga dan aluminium diprediksi berpotensi jatuh lebih dalam lagi pada akhir tahun ini. Perlambatan ekonomi China yang berpeluag membuat permintaan komoditas logam industri itu menyusut disebut menjadi faktor utama.
Surya Rianto | 02 September 2015 18:03 WIB

Bisnis.com, HONG KONG – Harga tembaga dan aluminium diprediksi berpotensi jatuh lebih dalam lagi pada akhir tahun ini. Perlambatan ekonomi China yang berpeluag membuat permintaan komoditas logam industri itu menyusut disebut menjadi faktor utama.

Standard Chartered Plc. memangkas proyeksi harga tembaga pada tahun ini sebesar 28% menjadi US$4.788 per metrik ton dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya di level US$6.650 per metrik ton, sedangkan untuk proyeksi harga aluminium dipangkas 24% menjadi US$1.428 per metrik ton dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya sebesar US$1.880 per metrik ton.

Nicolas Snowdon dan Paul Horsnell, analis Standard Chartered, mengatakan harga komoditas logam industri diperkirakan bisa jatuh ke dalam kondisi yang lebih buruk lagi pada tahun ini.

“Kunci penyeimbangan pasar logam industri untuk saat ini tampaknya akan datang dari sisi penawaran ke depannya,” ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Rabu (2/9).

Pada perdagangan kemarin sampai pukul 17:27 WIB, harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,3% menjadi US$5.083 per metrik ton, sedangkan harga aluminium turun 0,3% menjadi US$1.597 per metrik ton.

Sumber : bloomberg

Tag : komoditas
Editor : Bastanul Siregar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top