Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA JEPANG 12 AGUSTUS: Imbas Devaluasi Yuan Berlanjut, Topix & Nikkei Kompak Anjlok

Bursa saham Jepang masih tertekan akibat devaluasi nilai tukar mata uang China, Yuan. Dua bursa saham Negeri Sakura ditutup kompak tertekan lebih dari 1,2% pada melanjutkan pelemahan sejak hari sebelumnya.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 12 Agustus 2015  |  15:32 WIB
Dua wanita melintasi papan bursa - Reuters
Dua wanita melintasi papan bursa - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Bursa saham Jepang masih tertekan akibat devaluasi nilai tukar mata uang China, yuan. Dua bursa saham Negeri Sakura ditutup kompak tertekan lebih dari 1,2% pada melanjutkan pelemahan sejak hari sebelumnya.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (12/8/2015), Indeks saham Nikkei 225 terjungkal 1,58% atau 327,98 poin ke level 20.392,77 dari penutupan sehari sebelumnya 20.720,75. Sepanjang hari ini, Nikkei bergerak pada level tertinggi 20.703,20 dan terendah 20.303,02.

Penekan saham Nikkei paling besar yakni Fast Retailing Co. Ltd. (-2,79%), FANUC Corp, (-2,49%), dan Dentsu Inc. (-4,90%). Dari 225 saham yang diperdagangkan di Nikkei, sebanyak 189 saham melemah, 33 saham menguat, dan 3 saham stagnan.

Pada saat yang sama, Tokyo Stock Price Index (TOPIX) tertekan cukup dalam dengan anjlok 1,29% ke level 1.665,75 dari penutupan sehari sebelumnya 1.687,60. Sepanjang hari ini, Indeks saham TOPIX bergerak pada level tertinggi 1.685,77 dan terendah 1.655,46.

Saham Toyota Motor Corp. menjadi salah satu penekan utama Indeks TOPIX dengan pelemahan mencapai 1,66%. Dari 1.882 saham yang diperdagangkan, sebanyak 1.527 saham melemah, 288 saham menguat, dan sisanya 67 saham stagnan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa jepang
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top