Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA NIKEL Tertekan Proyeksi Ekonomi dari OECD

Harga nikel terkoreksi setelah Organization for Economic Coperation and Development kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini.
Surya Rianto
Surya Rianto - Bisnis.com 04 Juni 2015  |  11:27 WIB
Harga nikel tertekan - ilustrasi
Harga nikel tertekan - ilustrasi

Bisnis.com, HONG KONG -- Harga nikel terkoreksi setelah Organization for Economic Coperation and Development kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini.

Pada perdagangan hari ini sampai pukul 10:33 WIB, harga nikel untuk pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange (LME) turun 1,4% menjadi US$12.825 per metrik ton.

Daniel Hynes, analis komoditas Australia & New Zealand Banking Group Ltd., mengatakan harga nikel masih berada di kisaran US$13.000 sampai dua bulan ke depan.

"Kecenderungan harga nikel sampai saat ini pun lebih melemah sampai pasar melihat pasokan nikel di LME menyusut," ujarnya seperti dilansir Bloomberg pada Kamis (4/6).

Pada hari ini, Organization for Economy coperation and Development (OECD) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada tahun ini menjadi 3,1% dibandingkan dengan prediksi pada Oktober tahun lalu di level 3,7%.

Sementara itu, pasokan nikel di LME sepanjang tahun telah melonjak 66% menjadi 470.118 ton dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Nikel oecd
Editor : Gita Arwana Cakti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top