Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Melonjak 83% Setelah Turun di Awal Pekan, Simak Rinciannya

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau melonjak 83,63%pada perdagangan Selasa (3/2/2015), setelah sebelumnya turun 17%.
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 04 Februari 2015  |  09:07 WIB
SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Melonjak 83% Setelah Turun di Awal Pekan, Simak Rinciannya
Transaksi obligasi pemerintah melonjak - ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau melonjak 83,63%pada perdagangan Selasa (3/2/2015), setelah sebelumnya turun 17%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Rabu (4/2/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp23,56 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp12,83 triliun.

Jumlah tersebut di atas transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor jangka pendek di bawah 5 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0069 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp9,75 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0070 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp3,13 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0068 dengan volume transaksi Rp3,02 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Selasa (3/2/2015)

Seri Obligasi

Yield (%)

Volume (Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0069

6,73

9.754,9

15 April 2019

FR0070

6,84

3.132,41

15 Maret 2024

FR0068

7,06

3.017,57

15 Mei 2034

FR0071

6,99

2.564,62

15 Maret 2029

FR0053

6,84

890

15 Juli 2021

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top