Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Buruh AS Gelar Aksi Mogok Terbesar, Produksi Minyak Terancam

Serikat Pekerja AS (USW), yang mewakili 200 perusahaan penyulingan minyak, terminal pengiriman, jalur pipa dan perusahaan berbahan kimia, memulai aksi mogok di sembilan lokasi kemarin.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 Februari 2015  |  07:41 WIB
Buruh AS Gelar Aksi Mogok Terbesar, Produksi Minyak Terancam
Buruh mogok ancak produksi minyak AS - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Serikat Pekerja AS (USW), yang mewakili 200 perusahaan penyulingan minyak, terminal pengiriman, jalur pipa dan perusahaan berbahan kimia, memulai aksi mogok di sembilan lokasi kemarin.

Aksi yang tercatat sebagai yang terbesar sejak 1980 itu diikuti di antaranya pekerja perusahaan papan atas seperti  Exxon Mobil Corp. dan Chevron Corp.

USW memulai aksi mogok setelah gagal mencapai kesepakatan terkait kontrak kerja dengan batas waktu pada Minggu (1/2/2015). Dalam pernyataannya, serikat pekerja tersebut menyatakan “sudah tidak ada pilihan” kecuali melakukan aksi mogok.

Mereka menolak lima kontrak yang ditawarkan Royal Dutch Shell Plc atas nama sejumlah perusahaan minyak sejak negosiasi itu dimulai 21 Januari lalu. Terakhir USW menggelar aksi mogok selama tiga bulan pada 1980.

Aksi tersebut mengancam 64% produksi minyak AS di tengah penurunan harga minyak mentah AS ke level tertinggi sejak 2008.

“Persoalannya adalah perusahaan minyak terlalu rakus untuk melakukan perubahan. Mereka lebih mengutamakan produksi dan keuntungan di atas kesehatan, keselamatan pekerja dan lingkungan,” menurut pernyataan organisasi itu sebagaimana dikutip Bloomberg, Senin (2/1/2015).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pasok minyak as aksi mogok

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top