Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

FAJAR SURYA (FASW) Batalkan Rencana Rights Issue, Andalkan Sindikasi

PT Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW) akhirnya membatalkan rencana penerbitan saham baru (rights issue) di tahun ini terkait gejolak pasar modal Tanah Air dan kebutuhan pendanaan yang tidak terlalu mendesak.
Setelah rencana rights issue tertunda, akhirnya Fajar Surya memperoleh fasilitas kredit sindikasi dari lima bank senilai US$240 juta ekuivalen dengan Rp2,87 triliun pada September 2013. /Bisnis.com
Setelah rencana rights issue tertunda, akhirnya Fajar Surya memperoleh fasilitas kredit sindikasi dari lima bank senilai US$240 juta ekuivalen dengan Rp2,87 triliun pada September 2013. /Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Fajar Surya Wisesa Tbk. (FASW) akhirnya membatalkan rencana penerbitan saham baru (rights issue) di tahun ini terkait gejolak pasar modal Tanah Air dan kebutuhan pendanaan yang tidak terlalu mendesak. Jikapun nantinya membutukan dana, perseroan lebih mengandalkan fasilitas pinjaman sindikasi.

Marco Hardy, Finance Manager FASW, mengatakan rencana rights issue untuk ekspansi pabrik. Namun hingga kini perseroan belum bisa memastikan jadwal pengembangan itu akan terealisasi.

“Dari pada rights issue namun rencana eskpansinya molor,” ujar Marco kepada Bisnis.coms, Senin (21/7/2014).

Menurut Marco, terealisasinya rencana ekspansi ini sangat terkait dengan hasil Pemilihan Presiden 2014. Produsen kertas kemasan (packaging) ini masih wait and see kebijakan pasangan presiden terpilih.

“Secara personal (capres) tidak ada hubungannya, namun kami akan melihat kebijakan ekonomi yang diterapkan presiden terpilih nantinya,” katanya.

Jika ekspansi ini jadi direalisasikan, Marco mengaku perseroan akan mengandalkan fasilitas pinjaman sindikasi yang dimilikinya. “Kami akan mengandalkan sindikasi. Kalau rights issue mungkin tidak ditahun ini sampai dengan tahun depan,” katanya.

Rencana rights issue ini telah bergulir sejak setahun lalu. Berdasarkan prospektus dari rencana rights issue Juli 2013, Fajar Surya berharap mampu meraup dana segar maksimal Rp1,2 triliun.

Dana tersebut semula akan digunakan untuk membangun pabrik kertas baru ke-8 di Jawa Timur dengan investasi US$165 juta ekuivalen dengan Rp1,97 triliun. Setelah rencana rights issue tertunda, akhirnya Fajar Surya memperoleh fasilitas kredit sindikasi dari lima bank senilai US$240 juta ekuivalen dengan Rp2,87 triliun pada September 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper