Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

PEKERJA TAMBANG PLATINA Afrika Selatan Tolak Usul Pemerintah, Mogok Berlanjut

Association of Mineworkers and Construction Union (AMCU) Afrika Selatan menolak usulan kenaikan upah pemerintah yang bertujuan mengakhiri kelumpuhan 5 bulan pemogokan oleh para penambang platinum , surat kabar Business Day melaporkan pada hari Kamis (5/6/2014).
Menteri Pertambangan baru Afrika Selatan Ngoako Ramatlhodi (Ka) mengangkat tangannya ketika dilantik oleh Wakil Ketua Hakim Dikgang Moseneke di Pretoria 26 Mei 2014. /reuters
Menteri Pertambangan baru Afrika Selatan Ngoako Ramatlhodi (Ka) mengangkat tangannya ketika dilantik oleh Wakil Ketua Hakim Dikgang Moseneke di Pretoria 26 Mei 2014. /reuters

Bisnis.com, JOHANNESBURG – Association of Mineworkers and Construction Union (AMCU) Afrika Selatan menolak usulan kenaikan upah pemerintah yang bertujuan mengakhiri kelumpuhan 5 bulan pemogokan oleh para penambang platinum , surat kabar Business Day melaporkan pada hari Kamis (5/6/2014).

Posisi AMCU menghancurkan harapan bahwa Menteri Pertambangan baru Ngoako Ramatlhodi, yang telah melibatkan diri di belakang upaya mediasi, bisa memecahkan kebuntuan antara para pemogok dan produsen platinum.

"Usulan pemerintah itu bukan usulan baru. Mereka memperkenalkan [proposal using] yang telah ditolak oleh anggota kami 3 bulan lalu," demikian surat kabar itu mengutip pernyataan  Presiden AMCU Joseph Mathunjwa.

Dia menambahkan AMCU tetap bertahan pada permintaan kenaikan gaji sebesar 12.500 rand (US$ 1.200) per bulan. (US$ 1 = 10,7745 Rand Afrika Selatan)

Sekitar 70.000 anggota AMCU meletakkan alat kerja mereka pada Januari di Anglo American Platinum, Impala Platinum, dan Lonmin dalam aksi mogok kerja yang mengakibatkan  tekanan hingga 40% dari produksi global logam mulia untuk emission-capping catalytic converter di mobil .

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Fatkhul Maskur
Editor : Fatkhul Maskur
Sumber : Reuters

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper