Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

EMITEN BATU BARA: ATPK Resources Jajaki Kerja Sama dengan China

PT ATPK Resources Tbk. (ATPK), emiten sektor batubara, tengah menjajaki kerja sama teknologi dengan perusahaan asal China untuk menaikkan kalori batubaranya.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 31 Mei 2014  |  00:55 WIB
EMITEN BATU BARA: ATPK Resources Jajaki Kerja Sama dengan China
Batu bara - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT ATPK Resources Tbk. (ATPK), emiten sektor batu bara, tengah menjajaki kerja sama teknologi dengan perusahaan asal China untuk menaikkan kalori batu baranya.

Sekretaris perusahaan Andreas Andy S. mengatakan dengan peningkatan kalori tersebut pihaknya berharap dapat melebarkan jangkauan pasarnya.

"Kita sedang menjajaki teknologi yang ada. [Bentuknya] ya kerja sama. Kalau bisa kita tingkatkan mungkin bisa memperluas pangsa pasar," katanya saat ditemui usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Jumat (30/5/2014).

Saat ini, kata Andreas seluruh batu bara perseroan dijual sepenuhnya pada perusahaan lokal PT Bara Jaya Utama. Perusahaan tersebut lantas mengirim batu bara kalori rendah produksi ATPK ke India. "Saat ini [kalori batu bara] cocoknya sepertinya baru di India," katanya.

Selain meningkatkan kalori, perseroan juga tengah berupaya mencari tambang batu bara berkalori tinggi. Namun, hal itu tak menjadi prioritas ATPK tahun ini.

Menurut Andreas, perseroan lebih fokus untuk menggenjot volume penjualan batu baranya, mengingat untuk tahun ini, perseroan menargetkan penjualan mencapai 3 juta ton.

Lebih lanjut Andreas menuturkan, meski belum dihitung secara terperinci dia memperkirakan volume penjualan dari awal tahun ini hingga Mei adalah sekitar 743.000 ton.

Menurutnya, saat ini permintaan batu bara di India memang melemah. Oleh karena itu perusahaan pun bersiap untuk menyesuaikan kembali target jika permintaan dari India tak kunjung membaik.

Saat ditanya soal target pendapatan, Andreas mengatakan perusahaan hanya menargetkan pertumbuhan dari segi harga batubara per ton. Dia berharap tahun ini harganya bisa naik dari harga rerata US$22,75. "Sekarang ini kan kita sudah beli alat yang selama ini enggak kita punya, kita harapkan bisa US$26 per ton," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

batu bara atpk resources
Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top