Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Industri Jamu dan Farmasi: Marjin Tebal, Sido Muncul (SIDO) Genjot Penjualan Obat Herbal

Segmen jamu herbal dinilai lebih menguntungkan karena memiliki marjin lebih tebal dibandingkan dengan segmen yang lain.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 25 April 2014  |  18:35 WIB
Sido Muncul (SIDO) Genjot Penjualan Obat Herbal
Sido Muncul (SIDO) Genjot Penjualan Obat Herbal

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) akan menggenjot penjualan jamu herbal untuk merealisasikan target pendapatan sebesar Rp2,8 triliun dan laba bersih sebesar Rp450 miliar itu.

Direktur Utama Sido Muncul Irwan Hidayat menuturkan segmen jamu herbal dinilai lebih menguntungkan karena memiliki marjin lebih tebal dibandingkan segmen yang lain.

Menurut Irwan, hal itu disebabkan 100% bahan baku diperoleh dari dalam negeri sehingga biaya produksi bisa ditekan seminimal mungkin.

"Itu membuat profit segmen obat herbal sangat cukup," katanya usai rapat umum pemegang saham (RUPS) di Jakarta, Jumat (25/4/2014).

Selain itu, tegas Irwan, pasar industri herbal diyakini terus tumbuh seiring meningkatnya permintaan berbagai jenis, seperti jamu, obat herbal, ataupun minuman herbal.

Dari laporan keuangan per 31 Desember 2013, penjualan jamu herbal mencapai Rp1,03 triliun, sedangkan harga pokok penjualan (HPP) hanya sekitar Rp368,15 miliar.

“Kontribusi jamu herbal mencapai 43,4% terhadap total pendapatan 2013 dari tahun sebelumnya hanya 32,8%,” kata Irwan.

Segmen minuman energi menyumbang pendapatan Rp1,01 triliun sepanjang tahun lalu atau berkontribusi 42,5% dari total pendapatan Rp2,37 triliun.

Di sisi lain, HPP minuman energi mencapai Rp768,79 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan segmen jamu herbal.

Selain itu, penjualan minuman dan permen mencapai Rp159,6 miliar dengan HPP Rp126,56 miliar, minuman kesehatan Rp148,7 miliar dengan HPP Rp95,06 miliar, serta produk lain sebesar Rp20,38 miliar dengan HPP Rp3 miliar.

Perseroan membukukan laba bersih Rp405,9 miliar sepanjang 2013 atau tumbuh tipis 4,74% dibandingkan posisi 2012 sebesar Rp387,5 miliar.

Meskipun demikian, laba bersih per saham dasar turun dari Rp342,95 menjadi Rp27 setelah perusahaan tersebut melepas saham perdana (initial public offering/IPO).

Dilihat dari perolehan pendapatan, Sido Muncul mencetak penurunan 0,79% menjadi Rp2,37 triliun dari perolehan sebelumnya sebesar Rp2,39 triliun.

Sejalan dengan itu, beban pokok penjualan turun dari Rp1,47 triliun menjadi Rp1,36 triliun. Kondisi tersebut membuat laba kotor perseroan naik 9,7% menjadi Rp1,01 triliun.

Sido Muncul menargetkan perolehan pendapatan sekitar Rp2,8 triliun sepanjang tahun ini atau tumbuh 18,04% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu sebesar Rp2,37 triliun.

Selain itu, perusahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Desember 2013 itu menargetkan laba bersih Rp450 miliar pada 2014 atau naik 10,8% dari posisi tahun lalu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sido muncul
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top