Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Timah (TINS) Konsolidasi Bisnis dengan Anak Usaha Beraset Rp5,76 Triliun

Produsen timah pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) akan melakukan penggabungan usaha atau konsolidasi bisnis dengan salah satu anak usahanya, PT Tambang Timah (TT), yang akan direalisasikan akhir Maret 2014.
/Ilustrasi/Bisnis.com
/Ilustrasi/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Produsen timah pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) akan melakukan penggabungan usaha atau konsolidasi bisnis dengan salah satu anak usahanya, PT Tambang Timah (TT), yang akan direalisasikan akhir Maret 2014.

Dalam prospektus yang dirilis Jumat (21/2/2014), dijelaskan saat ini TT merupakan salah satu anak perusahaan Timah dengan kepemilikan 100%.

Aksi korporasi tersebut berupa menggabungkan dan memasukkan TT yang operasinya sejenis dan seluruh sahamnya dimiliki oleh induk usaha, yakni Timah.

Direktur Utama Timah Sukrisno menyatakan saat ini antara induk usaha dengan TT memiliki kegiatan usaha (core business) yang sama, yakni bidang pertambangan dan produksi timah, yang kegiatan usahanya juga saling berkaitan dengan lainnya mulai dari hulu hingga hilir.

Dalam pelaksanaan kegiatan usaha, keduanya seringkali terjadi percampuran atau tumpang tindih dalam praktik pemanfaatan sumber dana yang dimiliki oleh masing-masing perseroan.

Hal ini dapat terjadi baik secara praktik maupun administratif dengan mengingat bahwa Timah merupakan induk usaha dari TT dan sebaliknya.

“TT adalah anak usaha Timah yang sering melakukan kerja sama antarperusahaan dalam satu grup,” ujarnya dalam prospektus yang dirilis di Bisnis Indonesia, Jumat (21/2/2014).

Dalam praktiknya, percampuran tersebut antara lain terjadi pada saat Timah melakukan penugasan atau penempatan karyawannya untuk membantu pengoperasian peralatan pendukung dan peralatan produksi yang dimiliki oleh TT dalam kerja sama antarperusahaan, sehingga TT harus membiayai penempatan karyawan tersebut.

Sebaliknya, TT juga sering menempatkan peralatan produksi dan peralatan pendukung yang dimilikinya pada wilayah izin usaha pertambangan (IUP) Timah untuk dioperasikan oleh Timah dalam kerja sama antarperusahaan, sehingga Timah harus membiayai sewa peralatan tersebut dan penggunaan aset non-pengendali milik TT.

Menurut Sukrisno, jajaran direksi induk usaha telah melakukan kajian dan menemukan beberapa inefisiensi dalam menjalankan kegiatan usahanya selama ini, termasuk dalam hubungan hukum dan ekonomis antara TT dengan induk usaha.

Dari laporan keuangan per 31 Desember 2013, TT memiliki total aset Rp5,76 triliun yang terdiri dari aset lancar Rp4,95 triliun dan aset tidak lancar Rp814,02 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Herdiyan
Editor : Nurbaiti
Sumber : Bisnis Indonesia (21/2/2014)
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper