Saham AS Naik, Treasuries Mundur di Tengah Optimisme Ekonomi

Saham AS naik, dengan indeks 500 Standard & Poor mendekati rekor, sementara itu Treasuries mundur di tengah kepercayaan yang berkelanjutan pada kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Februari 2014  |  06:00 WIB
Saham AS Naik, Treasuries Mundur di Tengah Optimisme Ekonomi
Kepercayaan konsumen di AS lebih kuat dari yang diproyeksikan pada Februari karena orang Amerika semakin lebih optimis tentang ekonomi. - bisnis.com

Bisnis.com, NEW YORK - Saham AS naik, dengan indeks 500 Standard & Poor mendekati rekor, sementara itu Treasuries mundur di tengah kepercayaan yang berkelanjutan pada kekuatan ekonomi terbesar di dunia itu.

Adapun ekuitas emerging market ditutup dengan kenaikan mingguan terbesar dalam 5 bulan, sedangkan emas dan perak rally.

Indeks S & P 500 naik 0,5% pada pukul 04.00 di New York, menempatkan alat ukur tersebut dalam 10 poin dari level tertinggi sepanjang masa. Hasil pada obligasi Treasury 10 - tahun naik satu basis poin menjadi 2,74%.

Indeks MSCI Emerging Markets naik 1,3% seiring dengan indeks patokan Turki dan Brasil yang mengalami kemajuan. Sedangkan Bloomberg Dollar Index Spot jatuh ke level terendah tahun ini. Obligasi Argentina rally setelah pemerintah menerapkan indeks inflasi baru. Emas bertahan di atas US$1.300 per ounce dan perak telah reli terpanjang sejak Maret 2008 .

Kepercayaan konsumen di AS lebih kuat dari yang diproyeksikan pada Februari karena orang Amerika semakin lebih optimis tentang ekonomi.

Pada Januari, output pabrik tiba-tiba mengalami penurunan paling parah sejak Mei 2009, menambah bukti cuaca musim dingin yang parah itu membebani pertumbuhan ekonomi. Produk domestik bruto zona euro meningkat 0,3% pada kuartal keempat, naik dari 0,1% pada 3 bulan sebelumnya.

" Saya pikir pasar masih percaya bahwa perekonomian bergerak ke arah yang benar," kata Robert Pavlik, kepala strategi pasar di Banyan Partners LLC , yang mengelola US$ 4,5 miliar dalam sebuah wawancara telepon.

"Sebagian besar laporan sedang negatif dipengaruhi oleh cuaca."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
saham as

Editor : Fatkhul-nonaktif

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup