Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ringgit dan Peso Pimpin Kerugian Nilai Tukar di Asean

Ringgit Malaysia dan Peso Filipina memimpin kerugian nilai mata uang Asia pekan kemarin, setelah perbaikan ekonomi Amerika Serikat mendorong Federal Reserve memotong stimulus yang mengalir kepasar negara berkembang.
Muhammad Abdi Amna
Muhammad Abdi Amna - Bisnis.com 19 Januari 2014  |  17:45 WIB
Ringgit dan Peso Pimpin Kerugian Nilai Tukar di Asean
Bagikan

Bisnis.com, SINGAPURA—Ringgit Malaysia dan Peso Filipina memimpin kerugian nilai mata uang Asia pekan kemarin, setelah perbaikan ekonomi Amerika Serikat mendorong Federal Reserve memotong stimulus yang mengalir kepasar negara berkembang.

Data menujukkan, Bloomberg – JPMorgan Asia Dollar Index menghentikan kenaikan dalam tiga minggu setelah klaim pengangguran AS turun ke level terendah sejak November dan penjualan ritel mengalahkan perkiraan ekonom.

Menurut JPMorgan Chase & Co., mata uang Asia siap memperpanjang penurunan karena kekhawatiran kenaikan biaya pinjaman China dan yen Jepang yang terus melemah akan mengancam pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.

“The Fed akan meneruskan tapering,” ujar Andy Ji, Ahli Strategi Mata Uang Commonwealth Bank of Australia di Singapura, Sabtu (18/1). Meskipun menurutnya, data pekan kemarin menunjukkan peningkatan di AS belum benar-benar berubah.

Sementara itu sesuai harga perusahaan jasa keuangan Tullett Prebon Plc., Peso melemah 0,7% dalam lima hari terakhir untuk 45,015 per dolar di Manila. Menurut harga yang dikumpulkan oleh Bloomberg, Ringgit melemah 0,8% menjadi 3,2977 per 16 Januari.

The Asia Dollar Index, yang melacak 10 mata uang kawasan paling aktif, turun 0,3% pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nilai tukar asean ringgit

Sumber : Bloomberg

Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top