Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia Melemah, Indeks MSCI Asia Pacific Turun 0,4%

Bisnis.com, JAKARTA—Saham Asia melemah, sedangkan indeks acuan regional juga bergerak turun setelah menguat selama 11 hari.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 13 September 2013  |  08:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Saham Asia melemah, sedangkan indeks acuan regional juga bergerak turun setelah menguat selama 11 hari.

Hal ini terjadi di tengah pembicaraan AS dan Rusia soal senjata kimia Suriah dan sikap investor yang menunggu putusan rapat bank sentral AS pekan depan.

Indeks MSCI Asia Pasific melemah 0,4% menjadi  137,14 pada pukul 09.02 waktu Tokyo atau 07.02 WIB, sebelum pasar dibuka di China dan Hong Kong.

Indikator itu naik 2,5% selama pekan ini, setelah laporan dari produk manufaktur China menunjukkan pertumbuhan ke level tertinggi dalam 17 bulan.

“Pemulihan ekonomi global masih rentan dan di bawah tren, sedangkan perkiraan pertumbuhan keuntungan sangat optimistis dalam kondisi begini,” ujar Matthew Sherwood, kepala riset pasar pada Perpetual Investments sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat (13/9/2013).

Sementara itu, Indekz Topix (TPX) Jepang dilaporkan turun 0,4% dan indeks Kospi Korea Selatan melemah 0,5%. Indeks S&P/ASX 200 Australia juga turun 0,2% meski indeks Selandia Baru NZX 50 Index naik tipis 0,1%.

Indeks Hang Seng China Enterprises  dilaporkan menguat 20% dari June yang sempat menyentuh angka 25. Sedangkan kontrak indeks H-Shares turun 0,2% dan kontrak untuk indeks acuan Hang Seng melemah 0,1%.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia kospi indeks msci asia pacific indeks topix indeks hang seng

Sumber : Bloomberg

Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top