Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MATAHARI Sanggah Isu Caplok Ramayana

BISNIS.COM, JAKARTA—PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) menegaskan jika pihaknya belum mempunyai rencana untuk melakukan akuisisi pada tahun ini, setelah berembus kabar adanya rencana pencaplokan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) oleh
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 14 Juni 2013  |  15:00 WIB
MATAHARI Sanggah Isu Caplok Ramayana
Bagikan

BISNIS.COM, JAKARTA—PT Matahari Departemen Store Tbk (LPPF) menegaskan jika pihaknya belum mempunyai rencana untuk melakukan akuisisi pada tahun ini, setelah berembus kabar adanya rencana pencaplokan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) oleh Matahari.

Michael Remsen, Wakil Presiden Direktur Matahari, mengatakan, pihaknya tidak memiliki rencana akuisisi untuk saat ini, karena masih berfokus pada pengembangan perusahaan menjelang bulan Ramadhan.

“Tidak ada rencana akuisisi untuk tahun ini, apalagi isu pencaplokan Ramayana. Itu tidak benar, kami masih fokus dengan ekspansi Matahari Dept. Store saat ini,” ujarnya setelah Rapat Umum Pemegang Saham di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Jumat (14/6/2013).

Adapun Presiden Direktur, Bunjamin J. Mailool tidak hadir dalam kesempatan tersebut. Matahari sukses mencetak penaikan laba bersih sebesar 65,6% pada sepanjang 2012 lalu, dan 82,8% pada sepanjang kuartal I tahun ini.

Sementara dalam RUPS diputuskan, setelah melakukan penawaran saham yang selesai pada Maret 2013 dengan pelaksanaan over-allotment atau hak penjamin pelaksana emisi efek untuk dapat melakukan penjatahan lebih, susunan pemegang saham berubah menjadi Asia Color Company dengan 32,2%, PT Multipolar Tbk sebesar 20,5% dan masyarakat dengan kepemilikan sebanyak 47,4%, naik 1,85%.

Dalam rapat juga ditetapkan, saat ini salah satu jaringan bisnis Grup Lippo tersebut belum akan membagikan keuntungan dan berencana menggunakan dana keuntungan pada sepanjang 2012 untuk dana cadangan wajib sebesar Rp105,4 miliar dan sebagai laba ditahan perseroan sebanyak Rp665,4 miliar.

Lebih lanjut, sepanjang 2012 Matahari telah membuka 13 gerai yang tersebar di seluruh daerah. Sementara hinggi kuartal I tahun ini, perusahaan tersebut telah membuka 4 gerai baru di Surabaya, Palangkaraya, Palembang dan Palopo.  (ra)

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

matahari ramayana
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top