Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

NILAI TUKAR VALAS: Dollar AS Masih Terdepresiasi Euro

BISNIS.COM, NEW YORK--Nilai tukar dollar AS tetap rendah terhadap Euro setelah the Fed memberikan sinyal penaikan pekerjaan belum memadai bagi para pembuat kebijakan untuk mengurangi langkah-langkah stimulus.Fed menyatakan tingkat pengangguran AS akan

BISNIS.COM, NEW YORK--Nilai tukar dollar AS tetap rendah terhadap Euro setelah the Fed memberikan sinyal penaikan pekerjaan belum memadai bagi para pembuat kebijakan untuk mengurangi langkah-langkah stimulus.

Fed menyatakan tingkat pengangguran AS akan mencapai ambang batas bank sentral untuk menaikkan tingkat suku bunga sekitar 2015.

"Saya tidak melihat apa-apa dalam laporan yang akan berbicara tentang perbedaan untuk QE," kata Dan Dorrow, Kepala Riset Faros Trading LLC di Stamford Connecticut seperti dikutip Bloomberg.

Berdasarkan data Bloomberg, dollar AS turun 0,6% ke level US$1,2958 per euro hingga pukul 2.04 sore di New York. Dollar menguat 0,4% terhadap Yen menjadi 95,52/Yen.

Euro menguat dari level rendah 4 bulan melawan dollar AS karena Siprus mencari alternatif untuk rencana Uni Eropa untuk membantu menghindari runtuhnya perbankan.

Dollar AS sempat menyentuh US$1,3587 per euro pada 30 Januari, level terendah sejak November 2011 setelah pertemuan bank sentral sebelumnya pada saat pengambil kebijakan menyatakan akan melanjutkan pembelian obligasi dan memertahankan target tingkat dana federal dari 0 menjadi 0,25%. (Bloomberg/if)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Achmad Aris
Editor : Others
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper