Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kupon Obligasi BTPN 7,56%, Lebih Mahal Dari Obligasi Tenor 3 Tahun

JAKARTA--PT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk menetapkan tingkat kupon kedua seri obligasi berkelanjutan pada level 7,65% dan 8,25%, atau lebih tinggi dari kupon obligasi acuan bertenor 3 tahun dan 5 tahun.

JAKARTA--PT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk menetapkan tingkat kupon kedua seri obligasi berkelanjutan pada level 7,65% dan 8,25%, atau lebih tinggi dari kupon obligasi acuan bertenor 3 tahun dan 5 tahun.

Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung mengungkapkan perseroan memberi spread yang besar terhadap tingkat bunga obligasi berkelanjutan BTPN Tahap III 2013 tersebut.

“Kupon seri A tenor 3 tahun 7,65% dan seri B 8,25%,”tulisnya dalam pesan singkat yang diterima Bisnis, Minggu(17/2/2013).

Berdasarkan data PT Penilai Harga Efek Indonesia (IBPA), tingkat kupon obligasi acuan dengan tenor 3 tahun tercatat 4,54%, sementara kupon obligasi dengan tenor 5 tahun yakni 5,25%.

Dengan perbedaan tingkat bunga yang signifikan, obligasi berkelanjutan itu mengalami kelebihan permintaan mencapai sekitar Rp1,5 triliun atau 2 kali lipat dari target indikatif penerbitan surat utang yang hanya Rp750 miliar.

Namun demikian, perseroan akan tetap menyerap hasil penawaran sebanyak Rp750 miliar karena sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan regulator.

Untuk diketahui, BTPN telah mendapat pernyataan efektif atas penerbitan obligasi berkelanjutan dengan total nilai Rp2,5 triliun sejak 20 Juni 2011. Pada penawaran umum berkelanjutan tahap I/2011 perseroan menerbitkan jumlah pokok Rp500 miliar, dan tahap II/2012 sebesar Rp11,25 triliun.

Pada PUB tahan ketiga ini perseroan perseroan menerbitkan obligasi dalam dua seri dengan nilai emisi masing-masing seri A Rp359 miliar dan seri B Rp400 miliar. Adapun kupon indikatif yakni 7,5%-8% dan 8%-8,75%.

Terkait penjadwalan, masa penawaran awal dilaksanakan pada 29 Januari-13 Februari lalu, sementara penawaran umum akan dilakukan pada 26-28 Februari 2013 dengan target pencatatan di PT Bursa Efek Indonesia pada 6 Maret 2013.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi yakni PT Danareksa Sekuritas dan PT Indo Premier Securities. Para underwriter mewakili perseroan menjelaskan dana hasil penerbitan surat utang akan digunakan untuk ekspansi bisnis perseroan.

Sebelumnya, lembaga pemeringkat Fitch Ratings menetapkan peringkat obligasi berkelanjutan tahap III PT BTPN senilai Rp750 miliar berada pada level AA-(idn).

Peringkat obligasi senior ini serupa dengan rating nasional jangka panjang BTPN dan program obligasi PUB yang merefleksikan langsung kinerja perseroan sebagai lembaga perbankan.

Peringkat tersebut mencerminkan peningkatan aset yang berkualitas, profitabilitas yang berkembang, serta kapitalisasi yang relatif kuat dalam industri perbankan nasional. kredit macet atau non performing loan (NPL) BTPN tercatat 0,65% dengan rasio kecukupan modal 21,59% per September 2012, dibandingkan rerata industri yang masing-masing 2,1% dan 17,4%.(msb)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Martin Sihombing
Editor : Others
Sumber : Lavinda

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper