Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KOMODITAS KARET: Kontrak Alami Surplus 61%

TOKYO—Kurangnya pasokan bahan baku dan tingginya penjualan mobil mendorong posisi bullish untuk perdagangan karet dunia dan peningkatan biaya produksi pembuatan ban.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 31 Januari 2013  |  20:40 WIB

TOKYO—Kurangnya pasokan bahan baku dan tingginya penjualan mobil mendorong posisi bullish untuk perdagangan karet dunia dan peningkatan biaya produksi pembuatan ban.

Sebayak 35 negara di lembaga Studi Karet Internasional di Singapura menyatakan kontrak karet mengalami surplus 61% pada 2013 seiring kenaikan rekor tertinggi konsumsi global. Sedangkan perkiraan 12 analis Bloomberg menunjukkan futures Tokyo naik 11% ke US$3.830 per ton.

“Kurangnya pasokan dari Thailand dan negara-negara Asia Tenggara akan membantu menguatkan harga. Pemulihan ekonomi global semoga mempercepat kenaikan perdagangan karet,” kata Makoto Sugitani, head of sales at Newedge Japan Inc. Tokyo, seperti dikutip Bloomberg.

Thailand, Indonesia dan Malaysia, tercatat menyumbang 67% produksi karet global, dari menebang pohon dan menyetok guna meningkatkan harga yang sempat merosot ke level terendah dalam hampir 3 tahun pada Agustus 2012.

Kontrak berjangka selanjutnya naik dan mendongkrak pasar pada bulan berikutnya karena kontrak pasokan dan kondisi ekonomi menguat, sehingga mendorong permintaan perdagangan mobil. Ban mobil mengambil 70% dari keseluruhan konsumsi karet.

Perdagangan karet naik 4,3% di Tokyo Commodity Exchange tahun ini, memperpanjang keuntungan sejak Agustus yang sempat anjlok 54%. The Standard & Poor GSCI mengukur bahan baku naik 4,6% dan MSCI All-Country World Index (MXWD) dari naik 4,7%. Indeks di Bank of America Corp menunjukkan treasuries kehilangan 1,1%.

Data kementrian pertanian menyatakan Indonesia, produsen terbesar kedua, akan memanen 8,9% lebih di tahun ini, namun berkurang dari produksi 2009. Sementara pemerintah Thailand, penumbuh terbesar, berharap produksi meningkat 3,4% pada 2013.

Thailand juga telah membeli lebih dari 182 ribu ton untuk persediaan. Sementara Malaysia diperkirakan menghasilkan karet lebih dari 6,5% dari produksi sebelumnya. (Pamuji Tri Nastiti/sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top