Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDEKS BEI: IHSG bisa sentuh angka psikologis 5.000 pada akhir tahun

JAKARTA: PT CIMB-Principal Asset Management memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan mencapai faktor psikologis 5.000 tahun ini, atau dapat tumbuh sekitar 15% dari posisi akhir tahun lalu."Kami menilai kondisi pasar makro dunia dan Indonesia
- Bisnis.com 31 Januari 2013  |  12:56 WIB

JAKARTA: PT CIMB-Principal Asset Management memprediksi indeks harga saham gabungan (IHSG) akan mencapai faktor psikologis 5.000 tahun ini, atau dapat tumbuh sekitar 15% dari posisi akhir tahun lalu.


"Kami menilai kondisi pasar makro dunia dan Indonesia tahun ini tidak akan seberat yang dibayangkan," ujar Direktur Utama CIMB-Principal Reita Fariyanti kepada pers siang ini (31/1/2013).


Menurutnya, faktor positif masih akan disumbangkan oleh konsumsi domestitk dan sumber daya alam di Indonesia yang masih sangat seksi.


Prediksi itu, lanjutnya, juga mempertimbangkan faktor fakta pertumbuhan pasar modal tahun lalu yang masih berhasil positif di tengah kondisi pasar yang awalnya diprediksi negatif.


Direktur CIMB-Principal Fajar Rachman Hidayat menilai secara spesifik prediksi capaian IHSG perusahaan terbagi tiga. Prediksi pesimistis berada di kisaran 4.400--4.700, prediksi moderat 4.700--5.200, dan prediksi optimistis di atas 5.200.


"Semester I tahun ini IHSG akan lebih volatil tetapi pada semester II akan lebih tenang dan bisa meningkat."


Menurutnya, investor pasar modal seperti dana pensiun juga akan menambah porsi investasinya pada efek ekuitas (saham) terkait dengan potensi imbal hasil investasi (yield) efek lain seperti obligasi yang relatif masih rendah, yaitu di sekitar 5%.


Fajar mengatakan sektor pilihan perusahaan tahun ini jatuh pada sektor perbankan, infrastruktur, properti, dan konstruksi.


Namun, dia menuturkan pemilihan saham pada setiap sektor tersebut saat ini dilakukan lebih selektif, baik persubsektor maupun per emiten, karena pilihan yang ada semakin terbatas. (arh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Aprika Rani Hernanda

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top