Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

NILAI RUPIAH: Melemah 2 Pekan Berturut-turut

JAKARTA : Rupiah kembali melemah selama 2 pekan berturut-turut setelah investor asing melepas kepemilikan surat utang negara akibat kekhawatiran krisis utang di Eropa akan menghambat ekspor dan pertumbuhan ekonomi.Data Kementrian Keuangan menunjukkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Juli 2012  |  14:15 WIB

JAKARTA : Rupiah kembali melemah selama 2 pekan berturut-turut setelah investor asing melepas kepemilikan surat utang negara akibat kekhawatiran krisis utang di Eropa akan menghambat ekspor dan pertumbuhan ekonomi.Data Kementrian Keuangan menunjukkan asing menarik Rp1,1 triliun dari surat utang negara (SUN) dalam tiga hari pertama pekan ini, aliran dana keluar terbesar sejak pekan yang berakhir 29 Juni.“Rupiah melemah akibat tekanan eksternal seiring perlambatan ekonomi global dan kondisi di Eropa yang mendorong pasar menghindari aset berisiko. Investor menyukai imbal hasil SUN tetapi mereka memilih memegang dolar dibandingkan rupiah karena lebih aman,” ujar Taufan Tito, analis valas di PT Bank Rakyat Indonesia di Jakarta.Data dari bank lokal yang dikompilasi Bloomberg menunjukkan rupiah melemah 0,2% pekan ini menjadi 9.41 per dolar AS pada pukul 9:08 di Jakarta.Data Bloomberg juga menunjukkan imbal hasil SUN bertenor 10 tahun turun 28 basis poin menjadi 5,77% pekan ini, level terendah sejak 6 Maret. Ini merupakan penurunan terbesar sejak pekan yang berakhir 20 Juni.Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Halim Alamsyah mengatakan koreksi rupiah belakangan ini masih sehat karena neraca perdagangan masih positif pada 2012 dan mulai membaik pada semester kedua.

Dia mengatakan dalam sebuah forum di Singapura Jumat (20/7) seperti dikutip Reuters, pelemahan harga komoditas global belakangan ini dan pasokan pangan yang baik akan membantu mengendalikan tingkat inflasi Indonesia.

 

Dia juga memberi sinyal pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar bersubsidi dalam jangka pendek.

 “Mulai pekan depan, Bank Indonesia berencana mengijinkan transaksi valas oleh pelaku pasar asing selama satu pekan atau lebih,” ujarnya. 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Hanum Kusuma Dewi

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top