Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS EROPA: Saatnya investor Beli Saham

SEMARANG: Investor disarankan untuk tidak buru-buru menjual saham, sementara calon investor diimbau untuk tidak ragu membeli saham.
Reporter 1
Reporter 1 - Bisnis.com 31 Mei 2012  |  20:15 WIB

SEMARANG: Investor disarankan untuk tidak buru-buru menjual saham, sementara calon investor diimbau untuk tidak ragu membeli saham.

 

“Inilah saatnya membeli saham,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Riset Ekonomi Danareksa Institute di sela acara talk show Menyoal Prospek Makroekonomi dan Pasar Modal Indonesia, hari ini.

 

Dia menilai kondisi ekonomi dunia saat ini sudah mulai membaik meskipun agak lambat, demikian pula dengan perekonomian di dalam negeri. Kondisi pasar saat ini diyakini lebih baik dari 2008-2009 saat terjadi krisis ekonomi global.

 

Menurutnya, pada saat krisis global berlangsung, perekonomian Indonesia masih bisa mengalami pertumbuhan 4,4%. “Saat ini situasinya tidak separah waktu itu pertumbuhan ekonomi mencapai 6,3%.”

 

Sementara R. Happy Hermanto, Direktur Danareksa Sekuritas Indonesia mengemukakan jumlah investor pasar modal di Tanah Air masih sangat minim dibanding dengan jumlah penduduknya. “Sejauh ini hanya 360.000 rekening atau kurang dari 1% dari jumlah penduduk,” katanya.

 

Paling tidak, tuturnya, Indonesia yang berpenduduk lebih dari 250 juta idealnya memiliki investor sebanyak 10% dari jumlah penduduknya. Karena itu Danareksa ikut terpanggil memajukan pasar modal dengan masuk ke kampus-kampus untuk memberi pengetahuan soal pasar modal. (yus)

 

 

BERITA LAINNYA:

 

 BACA JUGA: 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top