Nah Lo! BAKRIE harus sediakan US$100 juta cash pekan ini!

LONDON: Penyakit lama kambuh lagi. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), kapal induk bisnis keluarga Bakrie, ditenggat untuk mencari dana cash US$100 juta sampai akhir pekan ini.
News Editor | 24 April 2012 08:46 WIB

LONDON: Penyakit lama kambuh lagi. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), kapal induk bisnis keluarga Bakrie, ditenggat untuk mencari dana cash US$100 juta sampai akhir pekan ini.

 

Seorang eksekutif yang terlibat dalam situasi itu menyatakan uang itu akan dipakai untuk menambah jaminan atas utang US$437 juta yang ditarik Bakrie dari konsorsium kreditor di bawah Credit Suisse.

 

Dana tersebut harus disediakan pekan ini, karena sejak 20 April lalu, nilai jaminan pinjaman Bakrie sudah jatuh 1,2 kali, atau berada di bawah syarat yang ditetapkan sebelumnya, 1,54 kali.

 

Pinjaman itu sendiri berupa saham Bumi Plc, yang nilainya dalam sebulan terakhir ini longsor hingga 29%. Senin 23 April kemarin, saham Bumi Plc juga masih jatuh 8,5% ke rekor terendah.

 

”Bakrie punya waktu sampai akhir pekan ini untuk mencari US$100 juta bersama Credit Suisse selaku agen yang memfasilitasi pinjamannya,” kata eksekutif itu, 23 April 2012.

 

Bumi Plc, yang semula bernama Vallar Plc,  adalah ‘kongsi pecah’ keluarga Bakrie dan Rothschild yang mengendalikan produsen batu bara RI, PT Bumi Resources Tbk dan PT Berau Coal Energy Tbk.

 

“Mereka akan dapat menemukan solusinya, apakah itu refinance, jual saham lagi, atau jual saham dengan call back option,” kata Richard Knights, analis Liberum Capital Ltd.

 

Dia menyarankan investor membeli saham Bumi Plc. “Ada banyak opsi bagi Bakrie. Saham Bumi Plc yang jatuh itu bukan karena fundamental, tapi sekadar teknikal.”

Bakrie sebelumnya menjual separuh dari 47,6% sahamnya di Bumi Plc senilai US$1 miliar ke PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk pada Januari, untuk membayar utangnya ke Credit Suisse.

 

Kekhawatiran investor

Atas perkembangan terkini yang memaksa Bakrie menyediakan dana US$100 juta ini, Adam Bradbery, juru bicara Credit Suisse in London, menolak berkomentar.

 

Begitu pula dengan Direktur Keuangan Bakrie & Brothers Eddy Soeparno, ketika ditanya apakah perusahaan telah menerima pemberitahuan dari bank soal tambahan nilai jaminan itu.

 

Soeparno, seperti dilaporkan Financial Times sebelumnya, membantah menerima pemberitahuan default tersebut dari krediturnya.

 

Saham Bumi Plc kemarin jatuh ke 497,4 pence, level terendah sejak 2010. Saat Vallar IPO, harganya masih 1.000 pence. Di Jakarta, saham Bumi Resources juga tenggelam 7,4%.

 

Sejalan dengan itu, saham afiliasinya PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk ambruk 3,3%, PT Bakrieland Development Tbk logsor 5,6%, dan PT Energi Mega Persada Tbk meleleh 6,3%.

 

“Investor khawatir Bakrie akan menjaminkan saham anak-anak usahanya untuk menambah nilai jaminan,” kata Herman Koeswanto, analis PT Mandiri Sekuritas.(Bloomberg/Bsi)

 

>> BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA:

+ Headlines BISNIS INDONESIA Hari Ini

+ YAMAHA Rilis Motor Baru MATIC MASKULIN

+ Ahh, Repotnya ngurus SUBSIDI BBM

+ BCA Closes Units in MALAYSIA

+ BANK MANDIRI to Pay IDR2,5 Trillion DIVIDENTS

+ REKOMENDASI SAHAM Hari Ini

+ SINGAPURA ngeles lagi soal RESIPROKAL

 

Sumber : Newswire

Tag :
Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top