KINERJA EMITEN:Nusantara Infrastructure bidik pendapatan Rp267 miliar

JAKARTA: PT Nusantara Infrastructure Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp267 miliar sepanjang 2012 atau tumbuh sekitar 15% dibandingkan perolehan 2011, yang mencapai Rp232 miliar.Managing Director Nusantara Infrastructure Bernardus Djonoputro mengatakan
Linda Tangdialla | 22 April 2012 18:26 WIB

JAKARTA: PT Nusantara Infrastructure Tbk menargetkan pendapatan sebesar Rp267 miliar sepanjang 2012 atau tumbuh sekitar 15% dibandingkan perolehan 2011, yang mencapai Rp232 miliar.Managing Director Nusantara Infrastructure Bernardus Djonoputro mengatakan pertumbuhan itu bakal ditopang oleh kenaikan tarif tol ruas Serpong-Pondok Aren sebesar 12,5% yang berlaku sejak Oktober 2011 lalu.“Pertumbuhan itu sudah memperhitungkan proyeksi kenaikan volume lalu lintas sepanjang tahun maupun potential loss akibat beberapa kejadian seperti banjir di ruas tol BSD,” ujarnya akhir pekan kemarin.Sementara itu, untuk laba usaha, juga diperkirakan juga bakal meningkat 15% seiring dengan pertumbuhan pendapatan menjadi sekitar Rp101 miliar. Tahun lalu, katanya, laba usaha mencapai Rp88,02 miliar atau naik dari Rp68,8 miliar pada 2010.Menurut Bernardus dari seluruh ruas yang dikelola perusahaan, Ia memproyeksikan, trafik lalu lintas ruas tol Serpong-Pondok Aren  yang dioperasikan PT Bintaro Serpong Damai mencapai angka tertinggi, yakni sekitar 70.00 kendaraan per hari.Ruas lain yang Ruas Tol seksi empat tol road Makassar mulai beroperasi pada 2008 dengan masa konsensi hingga tahun 2043 dengan rotal panjang 5,9 kilometer. Untuk kepemilikan investasi di ruas tol itu yakni kepemilikan saham PT Nusantara Infrastruktur sebesar 99% dan 1% dimiliki oleh PT Investama.Adapun ruas tol yang dimiliki Nusantara Infrastruktur selain seksi empat Makassar toll road di Makassar yakni Pelabuhan Makassar Tol Road sepanjang 5,95 kilometer yang mulai dioperasikan pada 1998 dengan masa konsensi berakhir pada 2028.Selain sektor investasi dan pengelolaan tol, kedepannya perusahaan berencana ekspansi ke sektor pelabuhan dan air bersih. Sebelumnya, perusahaan mengakuisisi 39% saham PT Inti Sentosa Alam Bahtera (ISAB) di Pelabuhan Panjang, Lampung senilai US$ 10-11 juta. Akuisisi itu menjadikan perusahaan sebagai operator pelabuhan swasta pertama di Indonesia.Akuisisi dilakukan melalui perjanjian jual beli antara anak perusahaan, PT Portco Infranusantara, dengan salah satu perusahaan komoditas dan agrikultur terbesar dunia.Menurut Bernardus kemitraan dengan perusahaan berskala global menjadi salah satu strategi perusahaan untuk mengembangkan bisnis di sektor infrastruktur, seperti pelabuhan, air bersih, jalan tol, dan pembangkit listrik. Nusantara Infrastructure sendiri saat ini tengah membidik peluang investasi lainnya di provinsi Lampung. (faa)

Tag :
Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top